Penyakit Jantung Efektif Diobati Propolis

Penyakit jantung bukan hanya masalah organ jantungnya saja, tapi juga tidak terlepas dengan sistem pembuluh darahnya. Sehingga lebih tepatnya dikatakan sebagai penyakit Kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah).

Propolis memiliki kemampuan menangkal radikal bebas karena memiliki kandungan Bioflavonoids yang tinggi. Manfaat dan fungsi bioflavonoids juga termasuk memperbaiki dan memulihkan sistem kapilari pembuluh darah, kebocoran dan elastisitasnya. Propolis mampu mengikis dan menghilangkan sumbatan-sumbatan yang terjadi di pembuluh darah.

Propolis efektif di gunakan sebagai perawatan kesehatan Jantung dan Kardiovaskuler, dan efektif untuk pengobatan penyakit jantung dan pembuluh darah.

Linked Posts:

==============================================================
Promo Produk
White Propolis Exist
“For Medication And Protection”

penyakit jantung

Propolis bisa menjadi solusi kesehatan untuk berbagai penyakit yang bekerja secara holistic tanpa efek samping. Hampir seluruh Kitab Suci menulis tentang Lebah.

Q.S. AN NAHL : Ayat. 68 & 69
……..Keluarlah dari perutnya syaraabun (cairan) beraneka warna, dan padanya syifa (penyembuhan) bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu menjadi tanda bagi kaum yang memikirkan.

Kandungan Propolis:
1. Bioflavonoids (Kuersetin) : Memulihkan system kapilari serta memperbaiki kerapuhan dan kebocoran saluran darah.
2. Protein ( 16 Asam amino Esensial)
3. Vitamin dan mineral

Fungsi Propolis bagi manusia
1. Detoksifikasi (Membuangan racun dan Kuman Penyakit dari dalam tubuh)
2. Antibiotika Alami (antimicrobial seperti virus, bakteri dan jamur)
3. Anti Radang
4. Anti Alergi
5. Meningkatkan Imunitas / Kekebalan Tubuh
6. Anti Oksidan (mencegah kanker dan membunuh sel kanker)
7. Nutrisi (memperbaiki dan regenerasi sel tubuh)

Klik Selanjutnya
AGEN PROPOLIS
Apa Itu Propolis ? | Propolis Untuk Masalah Jantung | Propolis Stop Cuci Darah gagal Ginjal | Propolis Gagalkan Amputasi Diabetes | Agen Propolis


Radikal Bebas Dan Pengaruhnya Pada Kesehatan

radikal bebasRadikal bebas (free radical) biasa di sebut juga oksidan sebenarnya adalah sejenis partikel terkecil dari suatu molekul yang mengandung gugusan elektron yang tidak berpasangan pada orbit terluarnya. Radikal bebas adalah molekul yang kehilangan satu buah elektron dari pasangan elektron bebasnya, sehingga molekul radikal menjadi tidak stabil dan mudah sekali bereaksi dengan molekul lain, membentuk radikal baru.

Radikal bebas dapat dihasilkan dari hasil metabolisme tubuh dan faktor eksternal seperti asap rokok, hasil penyinaran ultra violet, zat pemicu radikal dalam makanan dan polutan lain.  Di dalam tubuh, radikal bebas akan menurunkan kesehatan akibat terjadinya proses oksidasi. Penyakit yang disebabkan oleh radikal bebas bersifat kronis, yaitu dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk penyakit tersebut menjadi nyata. Contoh penyakit yang sering dihubungkan dengan radikal bebas adalah serangan jantung, kanker, katarak dan menurunnya fungsi ginjal.

Radikal bebas yang mengambil elektron dari sel tubuh manusia dapat menyebabkan perubahan struktur DNA sehingga terjadi mutasi. Bila perubahan DNA ini terjadi bertahun-tahun, maka dapat menjadi penyakit kanker. Tubuh manusia, sesungguhnya dapat menghasilkan antioksidan tetapi jumlahnya sering sekali tidak cukup untuk menetralkan radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh (stress oksidatif). Atau sering sekali, zat pemicu yang diperlukan oleh tubuh untuk menghasilkan antioksidan tidak cukup dikonsumsi. Sebagai contoh, tubuh manusia dapat menghasilkan Glutathione, salah satu antioksidan yang sangat kuat, hanya saja, tubuh memerlukan asupan vitamin C sebesar 1.000 mg untuk memicu tubuh menghasilkan glutahione ini. Keseimbangan antara antioksidan dan radikal bebas menjadi kunci utama pencegahan stres oksidatif dan penyakit-penyakit kronis yang dihasilkannya.

Radikal Bebas Berkontribusi Besar Pada Proses Penuaan

Pada umumnya semua sel jaringan organ tubuh dapat menangkal serangan radikal bebas karena di dalam sel terdapat sejenis enzim khusus yang mampu melawannya, tetapi karena manusia secara alami mengalami degradasi atau kemunduran seiring dengan peningkatan usia, akibatnya pemusnahan radikal bebas tidak dapat terpenuhi dengan baik, maka Kerusakan jaringan terjadi secara perlahan-lahan.  Contohnya: di kulit menjadi keriput karena kehilangan elastisitas jaringan kolagen serta otot, terjadinya bintik pigmen kecoklatan /flek pikun, parkinson, Alzheimer karena dinding sel saraf yang terdiri dari asam lemak tak jenuh ganda merupakan serangan empuk dari radikal bebas.

Lihat video berikut… Bagaimana radikal bebas merusak sel dan jaringan dalam tubuh … dan bagaimana antioksidan bisa membantu memulihkan kesehatan sel dan jaringan tubuh.

Linked Posts:

 


Beberapa hal yang menyebabkan penyakit ginjal

Penyebab Penyakit GinjalGinjal adalah salah satu alat pengeluaran (ekskresi) di dalam tubuh, berbentuk seperti kacang yang fungsinya menyaring kotoran dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin. Jika ginjal tidak bisa menjalankan fungsinya akan berakibat fatal terhadap tubuh, dan dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah penyakit gagal ginjal. Untuk dapat mencegah terjadinya penyakit ginjal pada tubuh kita, maka kita perlu tahu hal apa saja yang dapat menyebabkan serta jenis penyakit ginjal tersebut.

Jenis penyakit ginjal di bagi dua yaitu penyakit gagal ginjal akut dan penyakit gagal ginjal kronik masing-masing jenis memiliki penyebab yang berbeda berikut penjelasan lengkapnya:

Penyebab Penyakit Ginjal Akut

Penyebab Penyakit ginjal akut dibedakan menjadi tiga kelompok besar, yaitu:

  1. Penyebab prerenal, yakni berkurangnya aliran darah ke ginjal. Hal ini dapat disebabkan oleh:
    • hipovolemia (volume darah yang kurang), misalnya karena perdarahan yang hebat.
    • Dehidrasi karena kehilangan cairan, misalnya karena muntah-muntah, diare, berkeringat banyak dan demam.
    • Dehidrasi karena kurangnya asupan cairan.
    • Obat-obatan, misalnya obat diuretic yang menyebabkan pengeluaran cairan berlebihan berupa urin.
    • Gangguan aliran darah ke ginjal yang disebabkan sumbatan pada pembuluh darah ginjal.
  2. Penyebab renal di mana kerusakan terjadi pada ginjal.
    • Sepsis: Sistem imun tubuh berlebihan karena terjadi infeksi sehingga menyebabkan peradangan dan merusak ginjal.
    • Obat-obatan yang toksik terhadap ginjal.
    • Rhabdomyolysis: terjadinya kerusakan otot sehingga menyebabkan serat otot yang rusak menyumbat sistem filtrasi ginjal. Hal ini bisa terjadi karena trauma atau luka bakar yang hebat.
    • Multiple myeloma.
    • Peradangan akut pada glomerulus, penyakit lupus eritematosus sistemik, Wegener’s granulomatosis, dan Goodpasture syndrome.
  3. Penyebab postrenal, di mana aliran urin dari ginjal terganggu.
    • Sumbatan saluran kemih (ureter atau kandung kencing) menyebabkan aliran urin berbalik arah ke ginjal. Jika tekanan semakin tinggi maka dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan ginjal menjadi tidak berfungsi lagi.
    • Pembesaran prostat atau kanker prostat dapat menghambat uretra (bagian dari saluran kemih) dan menghambat pengosongan kandung kencing.
    • Tumor di perut yang menekan serta menyumbat ureter.
    • Batu ginjal

Penyebab Penyakit Ginjal Kronik

Penyebab penyakit ginjal kronik biasanya disebabkan oleh beberapa penyakit serius, dimana akan berdampak secara perlahan-lahan terhadap kerusakan dari organ ginjal Anda. Beberapa penyakit yang berperan menjadi penyebab penyakit gagal ginjal adalah:

  • Hypertensi atau penyakit tekanan darah tinggi. Penyakit darah tinggi yang sudah tidak terkontrol, akan merusak pembuluh darah dan nefron yang ada didalam ginjal. Dimana nefron yang rusak ini tidak bisa lagi untuk melakukan tugasnya menyaring semua limbah, natrium dan kelebihan cairan dari darah. Dengan adanya kelebihan cairan dan natrium yang ada didalam aliran darah anda maka akan memberikan tekanan ekstra pada dinding pembuluh darah dan menyebabkan meningkatkannya tekanan darah anda hingga berlebih. Dengan adanya tekanan darah yang berlebihan inilah yang menjadi factor utama penyebab penyakit gagal ginjal.
  • Penyakit Diabetes Mellitus (Diabetes Mellitus)
  • Adanya sumbatan pada saluran kemih (batu, tumor, penyempitan/striktur)
  • Kelainan autoimun, misalnya lupus eritematosus sistemik
  • Menderita penyakit kanker (cancer)
  • Kelainan ginjal, dimana terjadi perkembangan banyak kista pada organ ginjal itu sendiri (polycystic kidney disease)
  • Adanya kerusakan sel penyaring pada ginjal baik akibat peradangan oleh infeksi atau dampak dari penyakit darah tinggi. Istilah kedokterannya disebut sebagai glomerulonephritis.

Demikian tentang beberapa penyebab penyakit ginjal. Semoga bermanfaat.

Sumber: http://sip-online.blogspot.com tgl. 30 November 2012

Linked Posts:

 


Vaginitis

penyebab vaginitis

vaginitis

Vaginitis adalah diagnosis masalah ginekologis yang paling sering terjadi di pelayanan primer.  Pada sekitar 90% dari perempuan yang terkena, kondisi ini disebabkan oleh vaginosis bakterial, kandidiasis atau trikomoniasis vulvovaginal. Vaginitis terjadi ketika flora vagina telah terganggu oleh adanya mikroorganisma patogen atau perubahan lingkungan vagina yang memungkinkan mikroorganisma patogen berkembang biak/berproliferasi.

Pemeriksaan untuk vaginitis meliputi penilaian risiko dan pemeriksaan fisik, dengan fokus perhatian pemeriksaan pada adanya dan karakteristik dari discharge vagina.  Pemeriksaan laboratorium diantaranya: metode sediaan basah garam fisiologis (Wet Mount) dan KOH, pemeriksaan PH discharge vagina dan “whiff” test. Pengobatan untuk vaginosis bacterial dan trikomoniasis adalah metronidazol, sementara untuk kandidiasis vaginal, pilihan pertama adalah obat anti jamur topikal (Am Fam Physician 2000;62:1095-104.)

Vaginitis adalah masalah ginekologis yang paling banyak dihadapi oleh dokter yang memberi pelayanan terhadap perempuan. Pembuatan diagnosis yang akurat bisa sangat sulit, yang menyebabkan upaya pengobatan juga kompleks.  Terlebih lagi, adanya obat yang dijual bebas menaikkan kemungkinan pemberian pengobatan yang tidak sesuai untuk vaginitis.

Epidemiologi

Angka prevalensi dan penyebab vaginitis tidak diketahui pasti, sebagian besar karena kondisi-kondisi ini sering didiagnosis sendiri dan diobati sendiri oleh penderita.  Selain itu, vaginitis sering tidak menimbulkan gejala (asimptomatis) atau disebabkan oleh lebih dari satu organisme penyebab.

Kebanyakan ahli meyakini bahwa sampai sekitar 90% kasus vaginitis disebabkan oleh vaginosis bakterial, kandidiasis vulvovaginal dan trikomoniasis. Penyebab non-infeksi termasuk vaginal atrophy, alergi dan iritasi kimiawi.

Penyebab tersering vaginitis adalah  bakterial vaginosis, kandidiasis vulvovaginal, trikomoniasis, atropi vaginal, alergi dan iritasi kimiawi.

Sumber: www.kesrepro.info

Linked Post:


World AIDS Day 2012 Let’s Beware and Care

Hari aids SeduniaDua puluh lima tahun sejak kasus AIDS pertama kali ditemukan di Bali, dunia semakin meningkatkan kewaspadaannya terhadap wabah AIDS. Untuk tujuan tersebut, sejak 1 Desember 1988, tanggal itu ditetapkan sebagai Hari AIDS Sedunia.

Walaupun sudah seperempat abad wabah ini ditemukan, banyak masyarakat awam yang belum mengerti benar tentang wabah ini. Bahkan, banyak yang menganggap HIV dan AIDS adalah dua hal yang sama.

HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang menyerang sel darah putih di dalam tubuh (limfosit) yang mengakibatkan turunnya kekebalan tubuh manusia. Orang yang di dalam darahnya terdapat virus HIV dapat tampak sehat dan belum membutuhkan pengobatan. Namun, orang tersebut dapat menularkan virusnya kepada orang lain bila melakukan hubungan seks berisiko dan berbagi alat suntik dengan orang lain.

Adapun AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah sekumpulan gejala penyakit yang timbul karena turunnya kekebalan tubuh. AIDS disebabkan oleh infeksi HIV. Akibat menurunnya kekebalan tubuh, orang tersebut sangat mudah terkena penyakit, seperti TBC, berbagai radang pada kulit, paru-paru, saluran pencernaan, otak, dan kanker. Stadium AIDS membutuhkan pengobatan Antiretroviral (ARV) untuk menurunkan jumlah virus HIV di dalam tubuh agar bisa sehat kembali. Jadi, bisa disimpulkan bahwa orang yang terinfeksi HIV belum tentu mengidap AIDS.

Waspadai Penularan HIV

Virus HIV bisa ditularkan dari pengidap HIV positif kepada orang lain. Lalu, dengan cara apa saja virus ini bisa ditularkan?

-Melalui hubungan seks tanpa menggunakan kondom sehingga memungkinkan cairan mani atau cairan vagina yang mengandung virus HIV masuk ke tubuh pasangannya.

-Dari seorang ibu hamil yang HIV positif kepada bayinya selama masa kehamilan, waktu persalinan, dan waktu menyusui.

-Melalui transfusi darah atau produk darah yang sudah tercemar HIV, yang dipakai bergantian tanpa disterilkan, terutama terjadi pada pemakaian bersama alat suntik di kalangan pengguna narkoba suntik.

“Kasus AIDS pertama kali terjadi pada 1987 di Bali karena hubungan seksual, lalu berjalan linear, kemudian meningkat sejak 2006 hingga 2011. Untuk penularan melalui narkoba, kasus meledak ketika industri narkoba mulai naik di tahun 2000-an dan mengalami penurunan di tahun 2012,” ungkap Asisten Deputi Program Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN), Halik Sidik, kepada Koran Jakarta, Rabu (28/11).

Menurut data KPAN, 48 persen kasus AIDS diderita orang-orang berusia 15–29 tahun. Mirisnya, di era informasi ini, hanya 20 persen remaja yang mengetahui pengetahuan tentang kesehatan reproduksi.

Dengan mengetahui cara penularan, tentunya diharapkan masyarakat bisa mencegah penularan virus HIV.”Pencegahan itu yang penting hindari seks berisiko, setia pada pasangan, jauhi narkoba, dan ikuti konseling HIV dan AIDS bersama pasangan. Untuk mereka yang berperilaku berisiko, misalkan pernah memakai narkoba dan seks dengan sembarang orang, patut melakukan pemeriksaan tes HIV. Untuk orang tua yang salah satunya positif terkena, risiko penularan kepada pasangannya dapat dicegah melalui kondom, namun jika tetap ingin mendapat keturunan yang sehat, itu bisa saja melalui program Preventing Mother-to-Child Transmission (PMTCT),” jelas Halik. arm/R-4

Bukan Vonis Mati

Pengidap virus HIV atau bahkan yang telah divonis mengidap AIDS bukan berarti vonis mati. Bagi yang terkena virus HIV, AIDS dapat dicegah dengan pengobatan antiretroviral atau ARV. Pengobatan ARV menekan laju perkembangan virus HIV di dalam tubuh sehingga orang dengan infeksi HIV dapat kembali”sehat” atau”bebas gejala”. Namun, virus HIV masih ada di dalam tubuhnya dan tetap bisa menularkan kepada orang lain.

“Ketika sudah terdeteksi HIV, penting sekali sadar diri untuk tidak menularkannya kepada orang lain, dan menjaga pola hidup yang baik dan sehat. Ketika sudah tervonis AIDS pun, sangat ada probabilitas untuk kembali ke HIV, jadi mereka yang AIDS pun sangat punya kesempatan dan harapan untuk hidup lebih lama. Yang penting minum obat rutin, dan jangan terputus. Kalau terkena penyakit lain, tetap ARV ini harus diminum. Kalau putus, nantinya tubuh akan resisten terhadap obat. ARV ini memang tidak menghilangkan virus, tapi menekan dan mengendalikan laju virus,” ujar Halik.

Sebagian besar orang yang terkena HIV, bila tidak mendapat pengobatan, akan menunjukkan tanda-tanda AIDS dalam waktu 8–10 tahun. Jarak waktu antara infeksi HIV dan menjadi sakit karena AIDS dapat berkisar 10–15 tahun, kadang-kadang bahkan lebih lama. Terapi antiretroviral dapat memperlambat perkembangan AIDS dengan menurunkan jumlah virus (viral load) dalam tubuh yang terinfeksi.

AIDS diidentifikasi berdasarkan beberapa infeksi tertentu, yang dikelompokkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) sebagai berikut.

• Tahap I
Penyakit HIV tidak menunjukkan gejala apa pun dan tidak dikategorikan sebagai AIDS.

• Tahap II
Meliputi manifestasi mucocutaneous minor dan infeksi-infeksi saluran pernapasan bagian atas yang tak sembuh-sembuh.

• Tahap III
Meliputi diare kronis yang tidak jelas penyebabnya yang berlangsung lebih dari satu bulan, infeksi bakteri yang parah, dan TBC paru-paru.

• Tahap IV
Meliputi toksoplasmosis pada otak, kandidiasis pada saluran tenggorokan (oesophagus), saluran pernapasan (trachea), batang saluran paru-paru (bronchi), atau paru-paru dan sarkoma kaposi. arm/R-4

Jangan Ada Diskriminasi

Walaupun dalam beberapa tahun belakangan ini telah digencarkan upaya menghilangkan diskriminasi terhadap orang dengan HIV AIDS (ODHA), kenyataannya masih banyak diskriminasi dalam masyarakat.”Kita sih berharap tidak ada diskriminasi buat ODHA dari mana pun dan siapa pun. Rasa malu pasti ada karena kita jarang diterima dalam lingkungan di luar ODHA. Itulah yang harus kita lawan agar kita tetap semangat,” ungkap salah satu ODHA, Ayu Oktariani, Selasa (27/11).

Selain tak jarang mendapat perlakuan berbeda dari masyarakat, Ayu masih merasakan adanya diskriminasi ketika datang ke rumah sakit. Karena banyak rumah sakit yang tidak bisa menerima penderita HIV AIDS, mereka pun sering menutup jati diri mereka jika sedang berobat ke rumah sakit agar tetap bisa mendapat pelayanan.

“Sebenarnya kita juga dilema kalau berobat ke rumah sakit atau ke dokter umum jika kita sedang sakit. Di satu sisi, kami butuh pengobatan untuk sakit biasa seperti flu atau demam saja, tapi kita harus jauh-jauh mencari rumah sakit yang ada rujukan HIV/AIDS itu. Di sisi lain, kita juga ada rasa takut menularkan virus ini lewat alat-alat kedokteran. Alternatifnya, kita suka mencari dokter yang memiliki alat steril yang bagus,” pungkas dia. smn/R-4

AIDSINA Foundation
Membantu lewat Website

Jika banyak yayasan peduli AIDS yang berwujud lembaga yang turun langsung ke lapangan, lain halnya dengan AIDSINA Foundation. Ini merupakan yayasan yang menggunakan website sebagai media untuk menyediakan berbagai macam artikel tentang AIDS.

“Kita memang hanya berbasis web, tidak turun langsung ke lapangan karena sudah banyak organisasi yang memang concern di bidang AIDS ini. Kita berusaha membantu para penderita dengan menyajikan artikel-artikel yang berguna buat mereka,” kata Marketing Communications AIDSINA Foundation, Nasrun Hadi, kepada Koran Jakarta, Rabu (28/11).

Ternyata respons pembaca untuk website AIDSINA ini lumayan ramai. Sekitar 500 pembaca setiap hari turut memberikan komentar di website AIDSINA.”Kalau ada yang ingin memberikan bantuan lewat web, biasanya kita over ke LSM yang memang bekerja sama dengan kita. Kita bekerja sama dengan beberapa LSM yang turun langsung ke lapangan seperti Bandung Wangi,” ungkap Nasrun. smn/R-4

Fakta HIV (taruh di Box)

1. HIV tidak menular di kolam renang umum.
2. HIV tidak menular melalui batuk dan bersin.
3. HIV tidak menular melalui gigitan nyamuk atau serangga lainnya.
4. HIV tidak menular dengan berbagi alat makan bersama.
5. HIV tidak menular dengan berjabat tangan dan berciuman.

Sumber: koran-jakarta.com tgl.
Linked Posts: