Studi kasus: Mengenal Toksoplasmosis

mengenal-toksoplasmosisDunia veteriner yang merupakan penyambung antara manusia dengan hewan, memiliki peran yang sangat penting. Apalagi tidak sedikit zoonosis telah merenggut nyawa manusia di dunia ini. Bahkan hal ini mampu menimbulkan keresahan ditengah-tengah masyarakat. Tidak jarang kita dengar, calon pengantin, calon ibu atau ibu rumah tangga yang baru hamil sangat was-was menderita toksoplasmosis ( toxoplasma ). Sebetulnya apa toxoplasma, apa betul dari memang berbahaya untuk kita, bisakah diobati, bisakah dicegah? Pertanyaan-pertanyaan tersebut kadang tidak terjawab dengan sempurna. Alias masih banyak mansyarakat yang tidak tahu apa dan bagaimana toksoplasma tersebut.

Seperti halnya yang dilansir oleh triakoso.blog.unair.ac.id, toxoplasma adalah parasit, jadi bukan kuman atau bakteri dan bukan virus. Parasit, yang tergolong protozoa. Nama lengkapnya adalah Toxoplasma gondii. Toxoplasma ini dapat hidup (menyerang) pada hampir semua hewan dan manusia. Induk semang utamanya adalah kucing. Sehingga seringkali kucing yang dijadikan kambing hitam (padahal bukan kambing) oleh dokter bila seseorang menderita toxoplasmosis. Di dalam tubuh kucing toxoplasma dapat berkembang dengan jalan perkawinan dan tanpa perkawinan. Melalui perkawinan, toxoplasma di dalam tubuh kucing pada akhirnya akan menghasilkan ookista atau telur yang sangat kecil. Hanya kucing yang dapat mengeluarkan ookista toxoplasma. Ookista inilah yang menjadi sumber penyebaran toksoplasma pada individu lain (kucing, anjing, sapi, kambing, domba, termasuk manusia).

Tapi untuk dapat menyerang dengan baik, ookista membutuhkan persyaratan khusus. Ookista harus mengalami sporulasi. Tanpa menjalani proses tersebut meskipun individu tersebut menelan banyak sekali ooksita tidak akan terjadi apa-apa di dalam tubuhnya. Jadi ookista harus mengalami sporulasi agar menjadi infektif. Sporulasi terjadi bila kondisi mendukung, media yang lembab, terdapat oksigen dan tidak terkena/terpapar sinar matahari. Ookista yang sudah mengalami sporulasi di dalamnya mengandung 4 tachizoid. Ookista yang sudah mengalami sporulasi dan tidak masuk ke individu lain akan mati dalam 3 hari. Bila ooksita infektif tadi tertelan, maka di dalam tubuh kulitnya telurnya terbuka dan takizoidnya akan menyebar dan melakukan infeksi.

Selain melalui ookista, individu dapat terserang toxoplasma melalui bradizoid. Bradizoid adalah bentuk toxoplasma yang berada di jaringan. Kucing dapat terserang toxoplasma bila memakan tikus yang menderita toxoplasma, manusia dapat terserang toxoplasma bila memakan daging yang mengandung toxoplasma (bradizoid). Beberapa penelitian juga menduga bahwa ayam juga dapat menderita toxoplasma, yang memakan bahan-bahan yang tercemar ookista infekstif.

Banyak sekali jalur penyebaran toksoplasma. Sehingga mestinya kita tidak sangat gampang menyalahkan kucing yang menjadi penyebab seseorang menderita toxoplasma. Secara normatif toxoplasmosis memang sangat karena seringkali dihubungkan dengan kecacatan pada bayi. Memang toxoplasma suka menyerang jaringan-jaringan yang baru atau sedang berkembang. Itu sebabnya bila menyerang pada ibu muda yang baru hamil, toxoplasma memilih menyerang bagian reproduksi yang sedang berkembang. Pada tingkat kehamilan awal seringkali menyebabkan keguguran karena kerusakan sel-sel calon jaringan atau organ rusak berat, namun pada kehamilan lanjut toxoplasma hanya dapat merusak bagian-bagian tertentu dari janin sehingga menimbulkan kecacatan.

Mencegah lebih baik dari pada mengobati, demikian kata pepatah. Mencegah agar tidak terserang toxoplasma sangat gampang, jalanilah hidup sehat dan bersih. Cuci tangan sebelum makan dan masaklah makanan dengan baik. Bagi yang senang berkebun gunakan sarung tangan atau kalau tidak jangan sekali-sekali memegang daerah wajah (meskipun secara tidak sengaja) agar ooksita infektif tidak punya kemungkinan untuk masuk melalui mulut kita. Makanlah makanan yang sudah dimasak dengan baik. Dengan memasak makanan dengan baik, akan membunuh toxoplasma yang mungkin berada di bahan makanan kita (daging, telor, dan lain-lain). Bagi yang suka sayur lalap, cuci sayuran dengan baik dan betul-betul bersih. Sebaiknya juga tidak memakan telur mentah (bagi yang suka minum jamu), kalo suka sate minta dipanggang dengan baik dan betul-betul matang (tidak setengah matang).

Mudah-mudahan dengan cara hidup sehat dan budaya bersih dapat menghindarkan seseorang menderita toxoplasmosis. Jangan mudah menyalahkan kucing-kucing yang tidak berdosa, mungkin kita sendiri yang tidak menjalankan hidup sehat dan bersih.

Bagaimana cara mengobati toxo pada Manusia?

Toxo diobati dengan kombinasi pirimetamin dan sulfadiazin. Kedua obat ini dapat melalui sawar-darah otak. Parasit tokso membutuhkan vitamin B untuk hidup. Pirimetamin menghambat pemerolehan vitamin B oleh tokso. Sulfadiazin menghambat pemakaiannya. Dosis normal obat ini adalah 50-75mg pirimetamin dan 2-5g sulfadiazin per hari.

Kedua obat ini mengganggu ketersediaan vitamin B dan dapat mengakibatkan anemia. Orang dengan tokso biasanya memakai kalsium folinat (semacam vitamin B) untuk mencegah anemia.Kombinasi obat ini sangat efektif terhadap tokso. Lebih dari 80 persen orang menunjukkan perbaikan dalam 2-3 minggu.

Toxo biasanya kambuh setelah peristiwa pertama. Orang yang pulih dari toxo seharusnya terus memakai obat antitokso dengan dosis pemeliharaan yang lebih rendah. Jelas orang yang mengalami toxo sebaiknya mulai terapi antiretroviral (ART) secepatnya, dan bila CD4 naik di atas 200 lebih dari enam minggu, terapi toxo sudah diselesaikan dan bila tidak ada gejala tokso lagi, terapi pemeliharaan toxo dapat dihentikan.

Bagaimana cara memilih pengobatan toxo?

Jika anda didiagnosis toxo, dokter anda kemungkinan akan meresepkan pirimetamin dan sulfadiazin. Kombinasi ini dapat menyebabkan penurunan pada jumlah sel darah putih, dan masalah ginjal. Juga sulfadiazin adalah obat sulfa. Hampir separo orang yang memakainya mengalami reaksi alergi. Ini biasanya ruam kulit, kadang-kadang demam.

Reaksi alergi dapat ditangani dengan proses desensitisasi. Pasien mulai dengan dosis obat yang sangat rendah, dan dosis ditingkatkan berangsur-angsur sehingga mereka dapat menahan dosis penuh.

Orang yang tidak tahan terhadap obat sulfa dapat memakai klindamisin untuk mengganti sulfdiazin dalam kombinasi.

Apakah toxo dapat dicegah?

Cara terbaik untuk mencegah toxo adalah dengan menggunakan obat anti-HIV yang manjur.

Kita dapat dites untuk mengetahui apakah anda terinfeksi toxo. Jika belum terinfeksi, anda dapat mengurangi risiko infeksi dengan menghindari memakan daging atau ikan mentah, dan memakai sarung tangan dan masker jika anda membersihkan kandang kucing, dan cuci tangan dengan sempurna setelahnya.

Jika jumlah CD4 anda di bawah 100, anda sebaiknya memakai obat untuk mencegah penyakit tokso aktif. Orang dengan jumlah CD4 di bawah 200 biasanya memakai kotrimoksazol untuk mencegah PCP. Obat ini juga melindungi anda dari toxo. Jika anda tidak tahan memakai kotrimoksazol, dokter anda dapat meresepkan obat lain.

Kesimpulan
Toxoplasmosis merupakan infeksi oportunistik yang serius. Jika anda belum terinfeksi toxo, anda dapat menghindari risiko terpajan infeksi dengan tidak memakan daging atau ikan mentah, dan ambil kewaspadaan lebih lanjut jika anda membersihkan kandang kucing.

Anda dapat memakai obat anti-HIV yang manjur untuk menahan jumlah CD4. Ini kemungkinan akan mencegah masalah kesehatan diakibatkan tokso. Jika jumlah CD4 anda turun di bawah 100, anda sebaiknya bicara dengan dokter tentang pemakaian obat untuk mencegah penyakit toxo.

Jika anda mengalami kepala nyeri, disorientasi, kejang-kejang, atau gejala toxo lain, anda harus langsung menghubungi dokter. Dengan diagnosis dan pengobatan dini, toxo dapat diobati secara efektif.

Jika anda mengalami penyakit toxo, sebaiknya anda terus memakai obat antitoxo untuk mencegah penyakitnya kambuh.

[Sumber: Lembaran Informasi Spiritia LI517]

Linked Posts:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Be Sociable, Share!

Comments are closed