Sakit Perut

sakit perut apa penyebabnyaSakit perut merupakan penyakit yang umum di masyarakat dan pernah dirasakan oleh setiap orang. Keluhan sakit di daerah sekitar perut bisa karena bermacam-macam sebab dan intensitas sakitnya pun bisa berbeda-beda. Ada yang mengeluh sakit perut karena makan pedas-pedas, terlambat makan, atau sebab-sebab lainnya. Namun masalah sakit perut ada yang tidak bisa dianggap sepele, karena sakit perut ternyata juga mengindikasikan sebagai gejala dari suatu penyakit tertentu yang serius. Untuk itu mari kita lihat beberapa hal di bawah ini agar kita bisa membedakan jenis sakit perut yang sedang kita alami, ditinjau dari  gejalanya, serta langkah-langkap apa yang sebaiknya harus segera kita lakukan.

1. Sakit Maag atau Tukak Lambung

Gejala yang dirasakan adalah nyeri di daerah uluhati, perut terasa cepat kenyang, kembung, dan bersendawa –terutama ketika kita lapar. Keluhan lain seperti mual dan kadang sampai muntah.

Penyebab: Selama ini orang beranggapan bahwa  sakit maag atau penyakit tukak lambung dan usus dua belas jari disebabkan oleh gaya hidup dan stress. Namun anggapan tersebut sekarang sudah bisa dibantah karena jelas bahwa bakteri Helicobacter pylori adalah penyebab yang bertanggung jawab terhadap lebih dari 90 persen borok usus duabelas jari dan 80 persen tukak lambung. Tukak Lambung terbukti disebabkan oleh suatu jenis bakteri yang bernama Helicobacter pylori. Untuk penelitian yang mengungkap penyebab penyakit tukak lambung dan usus duabelas jari inilah J. Robin Warren dan Barry J. Marshall, dua orang warga Australia itu mendapat anugerah Nobel Fisiologi atau Kedokteran tahun 2005.

Solusi: Obat-obatan antimaag yang mengandung antasida cukup untuk mengatasi gejalanya. Antasida ini berfungsi untuk menetralisir asam lambung. Jangan lupa, kurangi makanan yang bisa mengganggu kinerja lambung -makanan yang terlalu asam atau terlalu pedas. Namun agar sakit tersebut tidak menjadi langganan sebaiknya kita segera ke dokter untuk mengatasi masalah tersebut, karena keberadaan bakteri Helicobacter pylori itu yang harus kita hilangkan agar kita terbebas dari sakit maag atau tukak lambung ini.

2. Disentri

Gejala Penyakit Disentri adalah rasa mulas pada perut yang intens dan memaksa kita harus bolak-balik ke WC bisa sampai puluhan kali. Buang air besar ini berulang-ulang  yang menyebabkan kita bisa kehilangan banyak cairan dan darah bila tidak segera diatasi. Tinja atau kotoran encer (mencret),  berlendir dan sampai bercampur darah.

Penyebab umum disentri adalah infeksi parasit Entamoeba histolytica yang menyebabkan disentri amuba dan infeksi bakteri golongan Shigella yang menjadi penyebab disentri basiler. .  Penderita perlu segera mendapatkan perawatan medis, jika tidak dapat mengancam jiwa.

Solusi: Lakukan penggantian cairan tubuh yang hilang dengan minum garam oralit / cairan elektrolit  dan sumber infeksi harus segera dihilangkan dengan pemberian antibiotika.

3. Muntaber

Gejala penyakit muntaber adalah perut seperti ditekan, merasa nyeri terutama di perut bagian bawah, lalu diikuti kejang otot perut. Perasaan mual dan muntah-muntah biasanya datang setelah mencret. Istilah muntaber (muntah berak) karena gejala utamanya adalah muntah dan buang-buang air besar (bab) berkali-kali.

Penyebab utama penyakit muntaber adalah peradangan usus oleh bakteri, virus, parasit lain (jamur, cacing, protozoa), keracunan makanan atau minuman yang disebabkan oleh bakteri maupun bahan kimia serta kurang gizi, misalnya kelaparan atau kekurangan protein. Penyakit yang dapat disebabkan oleh bakteri Escherichia coli ini dapat mewabah akibat lingkungan sekitar tempat tinggal yang kurang bersih serta makanan yang dikonsumsi terkontaminasi bakteri.

Solusi: Segera mengganti cairan tubuh yang hilang dengan minuman garam oralit dan kunjungi dokter untuk menghilangkan penyebabnya.  Bila kehilangan cairan tubuh cukup banyak dan penderita sudah tidak dapat menerima cairan dari mulut, maka cairan pengganti diberikan melalui infus.

4. Sembelit

Gejala: Nyeri pada perut yang hilang timbul, lokasinya berada di sekitar pusar. Nyeri ini muncul berkaitan dengan makanan yang Anda konsumsi atau akibat  usah buang air besar.

Penyebab: Akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi lemak dan kurang makan sayur-sayuran atau makanan yang banyak mengandung serat. Pada kasus yang berat, sembelit bisa disebabkan karena adanya halangan mekanis pada usus seperti radang pada dinding usus, kanker, atau usus yang menonjol keluar.

Solusi: Konsumsilah obat pencahar. Sesuaikan dengan penyebab sembelitnya, jika penyebabnya kotoran Anda terlalu keras beli obat pencahar yang melunakkan tinja, atau pilihlah obat pencahar yang membuat saluran pencernaan terasa penuh sehingga menimbulkan rangsangan untuk BAB, atau pilihlah pencahar yang bisa menyerap cairan.

5. Usus Buntu

Gejala: Nyeri pada perut bagian kanan bawah. Biasanya disertai mual dan muntah, serta nyeri terus-menerus. Kadang kala, rasa nyerinya akan bertambah hingga tiga kali lipat ketika Anda harus berjalan. Badan Anda akan terasa tidak enak dan meriang. Akibat rasa sakit yang hebat, kadang kala Anda tak sadar untuk memegangi terus bagian perut bagian kanan bawah sambil… mengaduh.

Penyebab: Kuman atau bakteri yang masuk. Jadi jika Anda menyangka penyebabnya adalah akibat terlalu banyak makan cabai atau biji-bijian, Anda termakan mitos.

Solusi: Jika Anda mengalami gejala sakit pada perut di bagian kanan bawah, segeralah ke dokter. Pastikan apakah gejala ini merupakan infeksi usus buntu (apendisitis akut). Jika ya, barangkali Anda harus menginap di rumah sakit untuk operasi. Operasi merupakan cara terbaik karena jika masalah ini didiamkan saja, maka ada kemungkinan usus tersebut pecah, infeksi menyebar ke seluruh perut, yang akibatnya bisa fatal.

6. Batu Empedu

Gejala: Mereka yang memiliki batu pada kandung empedu biasanya merasakan nyeri ulu hati yang hilang timbul. Kadang kala, rasa nyeri itu seolah menjalar ke bagian belakang tubuh.

Penyebab: Makanan berlemak atau bisa juga dikaitkan dengan kadar kolesterol yang terlalu tinggi. Batu empedu adalah endapan kolesterol, bilirubin, atau garam kalsium lainnya yang terbentuk di kantung empedu atau di dekat saluran empedu.

Solusi: Jika pada pemeriksaan dokter -yaitu dengan USG abdomen- sudah dipastikan adanya batu pada kandung empedu, maka sebaiknya Anda harus dioperasi. Apalagi jika batu itu batu kalsium atau batu non kalsium yang terlanjur membesar dan mengeras. Bagaimana lagi?

7. Batu Ginjal

Gejala: Nyeri di bagian perut sebelah kiri atau kanan bawah yang menjalar menuju penis. Jika batu ginjal ini menyerang, bisa jadi kita akan mengalami rasa nyeri yang luar biasa akibat saluran kemih (yang mirip selang) akan meregang kuat akibat menahan air seni yang tak bisa keluar.

Penyebab: Batu di saluran kencing (batu ureter). Nyeri yang dirasakan hilang timbul dan intensitas rasa sakitnya akan makin bertambah hebat ketika kita kebelet kencing.

Solusi: Sebenarnya penghilang rasa sakit yang dijual bebas dapat diminum untuk mengurangi rasa nyerinya. Tapi tentu saja itu tergantung intensitas rasa sakitnya, jika terlalu hebat… pasrah sajalah. Pergi ke dokter merupakan langkah cerdas untuk mendapatkan obat penghilang rasa sakit yang biasanya diberikan melalui suntikan. Atau jika batunya terlalu besar dan keras, maka prosedur operasi akan dilakukan untuk menyelesaikan masalah.

Sumber: Dari bebagai sumber

Linked Posts:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Be Sociable, Share!

Comments are closed