HDI PROPOELIX Untuk Terapi Suportif Revolusioner Demam Berdarah Dengue (DBD)

Apa itu Demam Berdarah Dengue ?

Demam Berdarah Dengue (DBD) menurunkan sistem tubuh dengan “menipu” sistem kekebalan tubuh dan kemudian membawa virus Dengue yang menginfeksi sel-sel lain dalam tubuh. Penyakit ini ditandai oleh demam tinggi mendadak, nyeri berat pada kepala, nyeri dibelakang mata, nyeri otot dan sendi. Pada kasus-kasus yang berat, DBD menyebabkan peradarahan sehingga berakibat kematian. Di Indonesia, ratusan ribu orang terjangkit setiap tahunnya. Dan, ribuan orang sudah meninggal karena penyakit ini.

Tidak ada obat!

Hingga saat ini, tidak ada obat atau vaksin untuk DBD. Usaha mengeliminasi DBD di seluruh dunia sebatas berfokus pada pemberantasan sumber penyakit DBD dan terapi-terapi suportif.

Terobosan baru !

uji klinis hdi propoelix - propolis ekstrakRiset yang sudah dilakukan selama 8 tahun dengan dukungan para ilmuwan dari universitas dan laboratorium dari berbagai negara ini membuahkan hasil sebuah produk propolis ekstrak dengan manfaat yang lebih efektif, lebih terjaga kandungan nutrisinya, serta lebih mudah dan cepat diserap oleh tubuh: HDI PROPOELIX.

HDI PROPOELIX terbukti efektif sebagai terapi suportif atau terapi tambahan untuk Demam Berdarah Dengue (DBD) yang didapatkan dari uji klinis pada penderita DBD di Rumah Sakit Persahabatan.

Sistem Kekebalan Tubuh Maksimal

HDI PROPOELIX mempunyai sifat sebagai anti-inflamasi, anti bakteri, anti virus, anti jamur, immunomodulatory, menurunkan tekanan darah, antimikroba, memiliki antioksidan yang tinggi, dan mengandung CAPE (Caffeid Acid Phenethyl Ester) tinggi.

Sifat-sifat yang terkandung di dalam HDI PROPOELIX sangat bermanfaat untuk membantu penyembuhan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh lemahnya sistem kekebalan tubuh seperti Diabetes, Kanker, Alzheimer, Stroke, Parkinson, Penyakit Jantung Koroner, serta penyakit serius lainnya, seperti TBC, DBD, HIV/AIDS, dan Hepatitis.

Hampir semua serangan penyakit degeneratif disebabkan melemahnya respon sistem imun sehingga tubuh mudah terinfeksi virus dari luar. Penyakit degeneratif kini tidak lagi didominasi oleh usia lanjut, di mana sel-sel tubuh mereka tidak lagi berfungsi sempurna, melainkan menjadi penyakit yang berisiko pada semua orang. Jumlahnya semakin meningkat dewasa ini.

Penyakit degeneratif mampu menyerang setiap orang dalam rentang waktu yang cepat sehingga keberadaan penyakit degeneratif ini sangat perlu diwaspadai.

HDI PROPOELIX mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk melawan penyakit degeneratif. Bahan baku HDI PROPOELIX merupakan bahan baku pilihan yang diolah dengan teknologi tinggi dan terdepan. HDI PROPOELIX memaksimalkan sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh tidak mudah diserang oleh penyakit dan andaikan sakit, dengan mengkonsumsi HDI PROPOELIX , maka tubuh akan lebih cepat pulih.

Kandungan CAPE (Caffeid Acid Penethyl Ester) yang tinggi

HDI PROPOELIX memiliki kandungan CAPE (Caffeid Acid Penethyl Ester), yaitu senyawa yang mampu menghambat peradangan (anti-inflamasi). Efek Ethanolic Extract Propolis (EEP) terhadap inflamasi kronis telah dibuktikan dalam penelitian.

Super Blend

HDI PROPOELIX merupakan kombinasi propolis yang berasal dari berbagai belahan dunia yang disebut Super Blend. Bahan ini ketika melewati proses CMCE akan menghasilkan suatu ekstrak yang konsisten dan efektif.

Teknologi CMCE

Proses unik dari ekstraksi HDI PROPOELIX dinamakan TeknologiContinuous Multi-Stage Countercurrent Extraction” (CMCE). Teknologi ini mampu membuang semua substansi yang tidak berguna untuk tubuh dan mempertahankan secara optimal zat yang berguna pada propolis, yaitu bioflavonoid, polifenol, asam fenolat ester, dan flavon. Semua zat yang dihasilkan tersebut larut dalam air.

Sumber Antioksidan Tertinggi!

HDI PROPOELIX memiliki kandungan antioksidan yang tertinggi di dunia. Kandungan antioksidan dalam HDI PROPOELIX mewakili kebutuhan akan buah dan sayuran yang juga mengandung antioksidan.  Tingginya kandungan antikoksidan pada HDI PROPOELIX ini membantu mencegah penyakit-penyakit degeneratif.

  • Antioksidan berperan menghentikan atau meminimalkan kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Tingkat Pengukuran Antioksidan dikenal sebagai ORAC (Oxygen Radical Absorbance Capacity). HDI PROPOELIX mempunyai nilai ORAC hingga 21.921 yang berarti memiliki kandungan antioksidan 913 kali lebih banyak dari nilai antioksidan buah jeruk yang hanya memiliki nilai 24.

Paparan sinar matahari, asap rokok, alkohol, dan polusi mengakibatkan radikal bebas. Pola hidup yang tidak sehat, stress, kurang tidur, dan sering mengkonsumsi makanan cepat saji juga berperan besar menghasilkan radikal bebas. Proses radikal tersebut merusak sel, DNA, dan zat-zat kimia dalam tubuh sehingga mengakibatkan penuaan dini serta berbagai penyakit serius.

Linked Posts:

White Propolis Exist

White Propolis ExistWhite Propolis adalah obat alami dan suplemen, untuk pengobatan dan pencegahan penyakit,  yang di hasilkan oleh lebah. Manfaat propolis untuk membantu proses penyembuhan berbagai macam penyakit sudah diakui oleh masyarakat dunia.

White Propolis mengandung bioflavonoids, asam amino, vitamin dan mineral yang lengkap. Kombinasi formulasi alami dalam white propolis tersebut membuat propolis memiliki karakteristik sebagai  zat yang istimewa sebagai obat alami dan suplemen yang aman dikonsumsi, tanpa menimbulkan efek samping.  White Propolis baik dikonsumsi oleh semua orang dan semua umur, balita sampai dengan lansia, ibu hamil, ibu menyusui, juga untuk orang yang sedang dalam perawatan dokter (minum obat-obat kimia).

White Propolis Exist merupakan propolis cair, bahan baku propolis dari brazilia yang di ekstraksi sempurna sehingga menghasilkan propolis  berkualitas terbaik. White Propolis Exist terbukti efektif untuk pencegahan dan pengobatan berbagai macam penyakit, seperti diabetes, penyakit jantung, penyakit paru-paru (TB, bronchitis), ginjal, kanker dll.

Manfaat Propolis Dari Segi Medis :

1. Sebagai anti Jamur,Virus dan Bakteri

Virus berkembang biak dalam lapisan protein. Selama lapisan ini tidak pecah, maka zat berbahaya dari virus tidak akan membahayakan tubuh manusia. Lapisan protein ini dapat melindungi dengan bantuan Bioflavonoid. Penelitian terakhiir dari The National Heart and Lung Institute London menunjukan bahwa bioflavonoid pada propolis mampu menghancurkan banyak bakteri yang resisten terhadap anti biotic sintesis.

Propolis sensitive terhadap Staphyococcus, Streptococcus, E.Coli,virus Ifluensa, Herpes, H.Pilori, Salmonella typhosa. Propolis juga sensitive terhadap jamur yang menjadi penyebab penyakit kewanitaan (keputihan) exim.

2. Anti Oksidan

Pada semua proses metabolisme tubuh, terutama reaksi dengan oksigen akan membentuk molekul-molekul yang kekurangan electron (tak berpasangan) di kulit luarnya. Zat ini dinamakan radikal bebas (free radikal) yang sangat reaktif dan cendrung menyerang sel-sel normal yang dapat memberikan elektronnya.

Kalau hal ini terjadi maka sel normal akan memberikan elektronnya akan menjadi sel cacat. Bila tidak di hancurkan oleh system kekebalan tubuh, maka sel-sel cacat akan menyebabkan berbagai macam penyakit sesuai dengan posisi dimana sel cacat itu berada di jantung akan menyebabkan penyakit jantung. Begitu pula bila terjadi paru-paru akan menyebabkan penyakit paru-paru dan demikian seterusnya.

Namun besyukurlah kita karena Tuhan sudah menyediakan suatu zat di alam yang sukarela memberikan elektronnya untuk menetralkan radikal bebas tersebut.Zat ini dinamakan anti oksidan alamiah dan salah satunya yang terkandung didalam Propolis adalah Vitamin A, C, E serta enzim-enzim alamiah seperti Glutathion peroxydase (GPS), superoxida dismutate (SOD) dan katalase.

3. Sebagai Stimulator Sistem Imun (Imuno Stimulator)

Saat system imun tubuh menurun, misalnya pada penderita AIDS, banyak terjadi penghancuran limposit (T4-Cell), sehingga pasien akhirnya meninngal akibat infeksi.Begitu juga dengan penderita Kanker pada umumnya memiliki system imun yang lemah, akibat toksin tumor dan terapi sitostatika, radiasi atau pembedahan.
Immuno Stimulator secara tidak langsung berkhasiat mengaktifkan kembali system imun yang rendah dengan meningkatkan respon imun yang tidak spesifik, antara lain dengan memperbanyak Limfo-T4. NK-cell dan makrofag distimulasi dan interleukin. Efek akhir dari reaksi komplek itu adalah zat asing yang dapat dikenali dan dihancurkan termasuk sel, cacat, virus, dan bakteri.

Peran Bioflavonoid dalam proses ini adalah peningkatkan kerja system imun dengan jalan peningkatkan aktivitas dan memperbanyak Limfo-T dan Makrofag yang sangat berguna dalam memusnahkan zat asing dalam tubuh, seperti Jamur, Virus, Bakteri dan Sel bebas.

4. Atherosklerosis

Atherosklerosis adalah pengapuran pembuluh darah oleh kolesterol yang terkontaminasi oleh radikal bebas. Kolesterol sebagian besar diangkut dari aringan hati melalui pembuluh darah dalam bentuk LDL kolesterol. LDL kolesterol dioksidasi oleh radikal bebas yang ada didalam pembuluh darah sehingga terbentuk oksi-LDL.Oksi-LDL inilah yang mengendap pada dinding pembuluh darah dan mengakibatkan Atherosklerosis. Atherosklerosis yang tidk diobati akan menyebabkan berbagai penyakit, seperti darah tinggi, jantung koroner dan stroke.

5. Anti Tumor

Tumor adalah sekelompok sel cacat/bebas yang secara tiba-tiba menjadi tidak terkendali, memperbanyak diri secara cepat dan terus menerus.
Kecacatan pada sel ini disebabkan oleh berkurangnya antioksidan tubuh untuk melindungi sel dari serangan radikal bebas.

6. Sebagai Anti Prostaglandin

Menghentikan aktivitas peradangan dengan cara menghambat pengeluaran prostaglandin (hormone yang menjadi penyebab reaksi radang).
Efek ini yang bekerja pada kasus–kasus penyakit rheumatoid Artritis (radang sendi, asam urat), Nefritis dan lain-lain.

7. Membantu Proses Regenerasi Sel Hati

Cirrhosis Hepatitis adalah penyakit yang mengenai organ hati dengan criteria :
1. Matinya sel-sel parenkim hati
2. Pembentukan secara aktif jaringan ikat
3. Proses regenerasi sel hati terganggu.
Propolis membantu proses regenerasi sel hati agar berjalan baik dan meningkatkan system imun untuk memakan sel-sel hati yang sudah mati sehingga dapat mengurangi pembentukan jaringan ikat (jaringan parut).

8. Diabetes Melitus ( kencing manis )

Diabetes Melitus adalah penyakit yang ditandai oleh peningkatkan kadar gula dalam darah akibat produksi insulin yang menurun.
Propolis merangsang sel-sel pancreas untuk aktif meningkatkan pengeluaran insulin sehingga kadar gula di dalam darah dapat menjadi normal.
Propolis sensitive terhadap pilori yang menyebabkan penyakit maag dan ulcus lambung (luka lambung), juga terhadap E.Coli (penyebab diare) dan Salmonella Typhosa (penyebab Typhus)

9. Gangguan Saluran Pencernaan

Propolis sensitive terhadap pilori yang menyebabkan penyakit maag dan ulcus lambung (luka lambung), juga terhadap E.Coli(penyebab diare) dan Salmonella Typhosa (penyebab Typhus)

10. Gangguan Saluran Pernafasan

Propolis membantu system pertahannan tubuh untuk melawan penyakit saluran pernafasan kronis seperti TBC, melindungi sel paru dari kerusakan akibat radikal bebas. Propolis juga berperan dalam pengobatan Asma karena kinerjanya sebagai Bronchodilator (melebarkan Bronchus), menstabilkan tiang sel dan menekan pengeluaran Histamin.

11. Penyakit jantung dan Pembuluh Darah

Propolis dapat mengatasi efek radikal bebas terhadap jantung, meningkatkan daya pompa jantung, mencegah kekakuan pembuluh darah (penyakit hipertensi), mencegah pembentukan Trombus (Stroke dan Jantung Koroner)

12. Perawatan Luka

Propolis sebagai desinfektan bioflavonoid dan vitamin C yang terkandung didalamnya,sangat berperan untuk penyembuhan luka dengan cara mempercepat tumbuhnya jaringan baru.

13. Anti Stress

Propolis dapat menekan saraf parasimpatis agar dapat mengekspresikan kesenangan dan menekan rasa takut, membuat rileks, sehingga berguna bagi penderita gangguan jiwa.

Sumber referensi selengkapnya dapat anda baca di buku : “Dahsyatnya Propolis Untuk Menggempur Penyakit” , karangan dr. Adji Suranto SpA.

Linked Posts:

 


Antioksidan Itu Penting Untuk Menjaga Kesehatan !

antioksidan untuk kesehatan

antioksidan untuk kesehatan

Antioksidan adalah segala bentuk substansi yang pada kadar rendah secara bermakna dapat mencegah atau memperlambat proses oksidasi (proses di mana terjadi pengurangan jumlah electron dalam reaksi kimia). Kondisi oksidasi dapat menyebabkan kerusakan protein dan DNA, kanker, penuaan, dan penyakit lainnya.

Ada dua factor yang sangat berperan dalam proses penuaan, yaitu factor internal dan eksternal. Faktor internal berasal dari dalam tubuh sendiri seperti bertambahnya umur, genetic, rasial, dan hormonal. Faktor internal ini sangat sulit dicegah, karena akan terbentuk secara alami. Sementara factor eksternal (berasal dari luar) yang menyebabkan penuaan dini adalah sinar ultra violet, polusi, dan udara kering.

Seiring dengan bertambahnya umur, kondisi tubuh akan menjadi tua dan menyebabkan terjadinya penurunan produksi zat antioksidan dalam tubuh. Dengan demikian, tubuh akan kekurangan tenaga, sering sakit-sakitan, terkena stroke, bahkan terjadi pergeseran pembuluh darah dan penyakit lainnya. Pada umur 40-an, produksi anti oksidan dalam tubuh hanya 50 persen dan pada umur 60-70-an akan turun menjadi 5-10 persen. Untuk itu asupan antioksidan dari luar sangat dibutuhkan.

Antioksidan merupakan senyawa penting dalam menjaga kesehatan tubuh, karena berfungsi sebagai penangkap radikal bebas yang banyak terbentuk dalam tubuh. Radikal bebas adalah spesies yang tidak stabil karena memiliki elektron yang tidak berpasangan dan mencari pasangan elektron dalam makromolekul biologi.  Tubuh manusia menghasilkan senyawa antioksidan, tetapi tidak cukup kuat untuk berkompetisi dengan radikal bebas yang dihasilkan setiap hari oleh tubuh sendiri.  Kekurangan antioksidan dalam tubuh membutuhkan asupan dari luar.

Peran Antioksidan dalam kesehatan

Tubuh dikatakan berfungsi secara normal bila pernafasan berlangsung dengan baik dan beraktifitas fisik dilakukan secara normal. Kebiasaan hidup, seperti merokok dapat menghasilkan senyawa-senyawa radikal bebas yang tidak diinginkan dalam tubuh dan akan menyerang sel-sel tubuh yang sehat. Sel-sel sehat menjadi lemah, tubuh akan mudah terkena penyakit-penyakit tidak diinginkan seperti gangguan jantung dan kanker.

Antioksidan seperti vitamin, E dan karotenoid (beta-karoten, likopen, dan lutein) mempunyai peran yang cukup penting dalam membantu pencegahan kerusakan sel-sel sehat akibat adanya radikal bebas tersebut. Bila mulai menerapkan pola hidup sehat akan sangat membantu tubuh dalam mengurangi resiko keracunan akibat radikal bebas (stress oksidatif). Banyak mengkonsumsi buah dan sayuran sangat dianjurkan untuk mencukupi asupan antioksidan dari luar.

Linked Posts:

Lihat video di http://www.youtube.com/watch?v=cj2yugIg9Pw Bagaimana radikal bebas merusak sel dan jaringan dalam tubuh … dan bagaimana antioksidan bisa membantu memulihkan kesehatan sel dan jaringan tubuh.


Radikal Bebas Dan Pengaruhnya Pada Kesehatan

radikal bebasRadikal bebas (free radical) biasa di sebut juga oksidan sebenarnya adalah sejenis partikel terkecil dari suatu molekul yang mengandung gugusan elektron yang tidak berpasangan pada orbit terluarnya. Radikal bebas adalah molekul yang kehilangan satu buah elektron dari pasangan elektron bebasnya, sehingga molekul radikal menjadi tidak stabil dan mudah sekali bereaksi dengan molekul lain, membentuk radikal baru.

Radikal bebas dapat dihasilkan dari hasil metabolisme tubuh dan faktor eksternal seperti asap rokok, hasil penyinaran ultra violet, zat pemicu radikal dalam makanan dan polutan lain.  Di dalam tubuh, radikal bebas akan menurunkan kesehatan akibat terjadinya proses oksidasi. Penyakit yang disebabkan oleh radikal bebas bersifat kronis, yaitu dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk penyakit tersebut menjadi nyata. Contoh penyakit yang sering dihubungkan dengan radikal bebas adalah serangan jantung, kanker, katarak dan menurunnya fungsi ginjal.

Radikal bebas yang mengambil elektron dari sel tubuh manusia dapat menyebabkan perubahan struktur DNA sehingga terjadi mutasi. Bila perubahan DNA ini terjadi bertahun-tahun, maka dapat menjadi penyakit kanker. Tubuh manusia, sesungguhnya dapat menghasilkan antioksidan tetapi jumlahnya sering sekali tidak cukup untuk menetralkan radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh (stress oksidatif). Atau sering sekali, zat pemicu yang diperlukan oleh tubuh untuk menghasilkan antioksidan tidak cukup dikonsumsi. Sebagai contoh, tubuh manusia dapat menghasilkan Glutathione, salah satu antioksidan yang sangat kuat, hanya saja, tubuh memerlukan asupan vitamin C sebesar 1.000 mg untuk memicu tubuh menghasilkan glutahione ini. Keseimbangan antara antioksidan dan radikal bebas menjadi kunci utama pencegahan stres oksidatif dan penyakit-penyakit kronis yang dihasilkannya.

Radikal Bebas Berkontribusi Besar Pada Proses Penuaan

Pada umumnya semua sel jaringan organ tubuh dapat menangkal serangan radikal bebas karena di dalam sel terdapat sejenis enzim khusus yang mampu melawannya, tetapi karena manusia secara alami mengalami degradasi atau kemunduran seiring dengan peningkatan usia, akibatnya pemusnahan radikal bebas tidak dapat terpenuhi dengan baik, maka Kerusakan jaringan terjadi secara perlahan-lahan.  Contohnya: di kulit menjadi keriput karena kehilangan elastisitas jaringan kolagen serta otot, terjadinya bintik pigmen kecoklatan /flek pikun, parkinson, Alzheimer karena dinding sel saraf yang terdiri dari asam lemak tak jenuh ganda merupakan serangan empuk dari radikal bebas.

Lihat video berikut… Bagaimana radikal bebas merusak sel dan jaringan dalam tubuh … dan bagaimana antioksidan bisa membantu memulihkan kesehatan sel dan jaringan tubuh.

Linked Posts:

 


Cara Memilih Propolis Terbaik

memilih-propolis-terbaikDi pasaran, terdapat berbagai merk propolis dengan komposisi yang beraneka ragam. Bagaimana anda memilih propolis yang terbaik bagi kesehatan?

Sebagai konsumen, mungkin anda merasa bingung dengan berbagai klaim antarmerk propolis yang kadang saling bertentangan. Berikut adalah beberapa tip sederhana untuk menentukan propolis terbaik bagi anda.

Memilih PROPOLIS YANG AMAN DAN HALAL

Pertanyaan mengenai keamanan dan kehalalan produk ini menjadi proses seleksi produk yang paling mendasar. Di Indonesia, proses ini diwakiki oleh badan POM dan MUI. Namun, tidak berarti setiap produk yang tidak memiliki izin edar dari POM adalah tidak amam atau yang tidak memiliki sertifikat halal MUI adalah tidak halal. Untuk memastikan keamanan dan kehalalannya, pastikan propolis tersebut dilengkapi dengan data-data sebagai berikut:

1. Memilih Propolis yang Tidak mengandung senyawa pestisida dan antibiotik

Propolis yang saat ini dipasarkan sebagian besar diambil dari jenis lebah budidaya (Apis mellifera). Propolis yang diambil dari lebah jenis ini berpeluang besar tercemar pestisida dan antibiotik, terlebih jika berasal dari benua Amerika (Amerika Utara dan Amerika Selatan), Eropa, dan Asia, termasuk Indonesia.

Pestisida yang sering dipakai oleh peternak lebah untuk membasmi hama diantaranya Apistan, Fluvalinate, Amitraz, dan Flumetrhin. Sedangkan antibiotik yang sering digunakan untuk mengatasi penyakit pada koloni lebah adalah Terramycin, Tetracycline, Streptomycin, dan Chloramphenicol.

Penggunaan pestisida dan antibiotik ini akan mengakibatkan residu bahan berbahaya pada produk-produk lebah, termasuk dalam propolis. Oleh karena itu, merupakan hak dari konsumen untuk menanyakan apakah produk propolis yang dibelinya telah bebas dari residu pestisida maupun antibiotik.

2. Memilih Propolis Yang Tidak mengandung senyawa pencemar

Propolis yang dipasarkan saat ini telah mengalami beberapa tahapan dalam proses produksi, mulai dari pemanenan, pemilihan, pengekstrakan, pengemasan, hingga proses pengiriman kepada distributor. Untuk memastikan seluruh proses tersebut berjalan dengan aman dan tidak meninggalkan bahan pencemar, seperti logam berat (Hg,Pb, Cu), bakteri, kaca atau unsur lain yang membahayakan, konsumen bisa menanyakan kepada prosusen apakah propolis yang dibelinya sudah terbebas dari bahan-bahan berbahaya tersebut. Saat ini, badan POM telah cukup baik memeriksa propolis yang didaftarkan untuk dipasarkan dari unsur-unsur berbahaya ini, bahkan telah ditambah dengan keharusan bebas dari unsur psikotropika narkotika dan bahan kimia obat.

3. Memilih Propolis Tidak mengandung unsur haram

Secara umum, propolis dan proses pengolahan propolis tidak bersinggungan dengan unsur-unsur yang diharamkan, kecuali ditambahkan oleh produsen. Namun, untuk menjamin produk yang akan dibeli adalah halal maka konsumen bisa menanyakan apakah produsen memiliki sertifikat halal atau memiliki hasil uji laboratorium tidak mengandung unsur haram.

TANYAKAN KADAR TOTAL FLAVONOID ATAU BAHAN AKTIF YANG DIKANDUNGNYA

Setelah konsumen memastikan bahwa propolis yang ditawarkan oleh produsen adalah aman, proses seleksi tahapan kedua untuk menentukan atau memilih propolis terbaik adalah menanyakan kepada prosusen mengenai kadar flavonoids atau bahan aktif dari propolis yang dipasarkannya.

Flavonoid adalah senyawa pigmen warna pada bagian-bagian tumbuhan yang memiliki peran sangat penting untuk sistem kekebalan tubuh dan pengobatan. Pada propolis senyawa ini dikumpulkan oleh lebah dari bagian-bagian tanaman seperti bunga, batang, daun, akar, dan buah.

Banyaknya kandungan flavonoid di dalam propolis secara sederhana menggambarkan kualitas dari propolis yang ditawarkan prosusen kepada konsumen. Dengan demikian, keliru ketika membandingkan tinggi-rendahnya kualitas propolis yang ada di pasar hanya pada kandungan ekstrak propolisnya.

Penentuan kualitas propolis berdasarkan kandungan propolis atau ekstrak propolis tidak memiliki standar yang disepakati secara internasional. Misalnya, dipasaran terdapat proplis cair merk x yang mencantumkan konsentrasi 100% ekstrak propolis. Penyebutan 100% ekstrak ini bukan berarti merk x tersebut isinya 100% ekstrak propolis, karena 100% ekstrak propolis pasti berbentuk padatan lengket. Penyebutan 100% ekstak proplis tersebut maksudnya bahwa propolis yang dijualnya tersebut hasil dari melarutkan 1 bagian ekstrak propolis ke dalam satu bagian pelarut. Nah, dengan metode yang sama terdapat juga prosusen yang menyebutkan bahwa propolis yang dijualnya mengandung 50% ekstrak propolis. Angka 50% ekstrak propolis ini menjelaskan bahwa produsen tersebut telah mencampur satu bagian ekstrak propolis ke dalam dua bagian pelarut.

Dipasar juga ditemukan produsen yang menjual propolis dengan kandungan 20% ekstrak propolis atau 15% ekstrak propolis. Yang dimaksud dengan 20% ekstrak ini adalah 20 gram ekstrak propolis dilarutkan ke dalam 100 ml pelarut. Artinya, dalam setiap ml parutan propolis dengan kandungan 20% ekstrak propolis terdapat 200 mg ekstrak propolis.

Perbedaan standar penentuan kandungan propolis menyebabkan propolis yang satu tidak bisa dibandingkan dengan propolis yang lainnya. Di sisi lain, khasiat propolis ini lebih ditentukan oleh kandungan flavonoid di dalam setiap propolis yang dipasarkan. Namun, kandungan flavonoid biasanya tidak disebutkan oleh produsen secara tertulis di kemasan maupun brosur yang dikeluarkan oleh produsen. Oleh karena itu, konsumen yang ingin memilih propolis terbaik bisa menanyakan langsung ke pedagang propolis atau produsen.

TANYAKAN KAPASITAS ANTIOKSIDAN PROPOLIS TERSEBUT

Setelah mengetahui kandungan flavonoid dari propolis yang ditawarkan, tahap penilaian berikutnya dalam memilih propolis adalah menanyakan kapasitas antioksidan dari setiap propolis. Besar-kecilnya kapasitas antioksidan menentukan kemampuan propolis dalam proses pengobatan dan penjagaan kesehatan, selain menjadi rujukan untuk penentuan dosis propolis. Semakin besar kapasitas antioksidan propolis, semakin baik dan semakin ekonomis dalam penggunaannya.

Salah satu pengujian aktivitas antioksidan adalah metode DPPH dengan menggunakan 1,1-difenil-2-pikrilhidra-zil (DPPH) sebagai radikal bebas. Prinsipnya, reaksi penangkapan hydrogen oleh DPPH dari senyawa antioksidan dan dinyakan dalam satuan ug/g AEAC (Ascorbic acid Equivalent Antioxidant cCapacity).

Nilai dari hasil pengujian kapasitas antioksidan dari propolis ini bisa menggambarkan keragaman jenis flavonoid yang terdapat dalam propolis yang dipasarkan.

PASTIKAN ANTIOKSIDAN PROPOLIS YANG ANDA PILIH STABIL

Stabilitas antioksidan dapat diketahui dari seberapa lama nilai dari kapasitas antioksidan propolis bisa bertahan. Hal tersebut penting diketahui karena proplis bukanlah produk yang harus dihabiskan satu kemasan dalam sekali pemakaian. Biasanya, satu kemasan digunakan dalam suatu jangka waktu tertentu.

Biasanya produsen hanya menyebutkan massa kadaluarsanya. Meskipun demikian, konsumen bisa mengetahuinya dengan menanyakan pelarut yang digunakan, metode ekstraksinya, dan tempat penyimpanan kemasan.

Metode ekstrak tanpa proses pemanasan dan penggunaan kemasan yang tidak tembus cahaya adalah beberapa jaminan bagi stabilnya nilai kapasitas anti oksidan dari propolis yang dikonsumsi.

Dengan empat tip sederhana di atas, anda bisa memilih propolis terbaik untuk keluarga.

Sumber:
Buku Keajaiban Propolis Trigona, hal 49-53

Linked Posts: