Antibiotika Alami Dan Benteng Pertahanan Kesehatan Tubuh

Posts Tagged ‘ginjal’

Penanganan Gagal Ginjal

No Comments

Bila Ginjal Berakhir Gagal

Satu dari 10 orang di dunia mengalami gagal ginjal.

Sekitar 100 ribu penderita penyakit ginjal kronik (PGK) terpaksa menjalani terapi penggantian ginjal. Namun hanya 12 ribu orang yang menjalani dialisis (cuci darah) seumur hidup dan 600 orang yang menjalani transplantasi ginjal.

Sedangkan satu dari 10 orang di dunia mengalami gangguan ginjal. Sedangkan sebanyak 1,5 juta orang mengalami PGK stadium akhir. Penyakit ginjal masih menjadi momok bagi masyarakat urban saat ini. Kasusnya memang tidak banyak.

Namun menderitanya akan sangat menyiksa. Karena akan seumur hidup mengalami efek samping dari rusaknya fungsi ginjal. Selama ini penyakit ginjal atau kerap disebut gagal ginjal bila 15 persen fungsinya dinyatakan sudah rusak.

Dari asal muasal pemicunya, penyakit ini dapat berasal dari dua kelompok; Turunan atau non turunan. Yang turunan biasanya berupa batu ginjal. Kasus ini sangat jarang terjadi.

Sedangkan dari kelompok non turunan karena efek samping penyakit lain yang diderita pasien, misalnya diabetes mellitus, hipertensi, dislipidemia atau kolesterol tinggi, dan obesitas yang notabene gangguan kesehatan karena pola dan gaya hidup masyarakat urban. Kelompok terakhir ini biasanya akan menderita PGK tadi.

Gejalanya dapat digolongkan dalam kondisi akut dan kronis. Kondisi akut memiliki ciri mata yang tampak bengkak, pinggang dan kaki yang kolik (nyeri), ketika kencing terasa sakit, demam, urine kadang berdarah.

Kelompok ini dapat sembuh bila ditangani dengan baik. Sedangkan ciri kronis, penderita tampak lemas, tidak nafsu makan, mual, muntah, beberapa bagian tubuh bengkak, sedikit urine, sesak napas, dan pucat.

Tidak dapat sembuh, kecuali melakukan transplantasi (cangkok) ginjal. PGK dipicu oleh tekanan darah tinggi (hipertensi) dan diabetes.

Diabetes terjadi saat kadar gula darah di atas normal dan bila berkelanjutan, dapat merusak ginjal, jantung, pembuluh darah, saraf dan mata.

Sedangkan hipertensi, meningkatnya tekanan darah terhadap dinding pembuluh darah. Jika tidak diatasi, kondisi ini dapat memicu timbulnya serangan jantung, stroke, dan PGK. Gejala-gejala yang mungkin timbul antara lain merasa lelah, kurang berenergi, menurunnya nafsu makan, sulit tidur, kram otot (pada malam hari), pembengkakan pada kaki/pergelangan kaki, kulit gatal dan kering, bengkak seputar mata (pada pagi hari), dan sering kali ingin buang air kecil ketika malam hari.

Ginjal merupakan organ penting dalam tubuh dan berfungsi untuk membuang sampah metabolisme dan racun tubuh dalam bentuk urine yang kemudian dikeluarkan dari tubuhSeperti yang disebutkan sebelumnya, beberapa penyakit dapat memicu kerusakan fungsi ginjal. Misalnya diabetes, hal ini karena ginjal memiliki banyak pembuluh-pembuluh darah kecil.

Diabetes akan merusak pembuluh darah tersebut sehingga memengaruhi ginjal untuk menyaring darah dengan baik. Akibatnya albumin (protein) dapat bocor ke dalam urine.

Begitu pula dengan hipertensi. Penyakit ini bersifat terbalik, kerap timbul pada penderita gagal ginjal. Gagal ginjal dapat menimbulkan tekanan darah tinggi dan tekanan darah tinggi yang tidak dikendalikan dengan baik dapat menyebabkan gagal ginjal.

Tekanan darah yang tinggi ini juga bisa menimbulkan stroke dan serangan jantung. Penggunaan obat-obat dan vitamin tertentu yang berlebihan juga dapat memicu kerusakan ginjal.

Misalnya obat pembunuh rasa sakit (seperti ibuprofen), antibiotik, termasuk golongan psikotropika (lihat boks). Pemeriksaan Untuk mendeteksi penyakit ginjal ada beberapa langkah yang dapat dilakukan. Pertama, pemeriksaan dengan mengukur kadar protein dalam urine dan kadar kreatinin darah.

Ginjal sehat mampu menyaring protein agar tidak keluar ke dalam urine. Namun bila ginjal sudah terganggu, protein dapat bocor ke dalam urine dan ini bisa dijadikan sebagai indikator adanya gangguan fungsi ginjal.

Kreatinin sendiri merupakan zat buangan yang berasal dari aktivitas otot dan dibuang dari darah oleh ginjal. Tapi bila ginjal sudah terganggu kadar kreatinin dapat meningkat dalam darah.

Lalu bagaimana dengan terapinya? Ada tiga cara, yakni hemodialisis (HD) atau disebut cuci darah konvensional, dialisis peritoneal (Continuos Ambulatory Peritoneal Dialysis / CAPD) atau biasa disebut cuci darah melalui perut, dan pencangkokan ginjal.

“Memang paling ideal adalah dengan transplantasi, tapi banyak yang tidak sanggup karena biayanya,” ujar Direktur RS PGI Cikini, dr Tunggul D Situmorang, SpPD.KGH dalam Seminar Peringatan Hari Ginjal Sedunia 2011 yang digelar Indonesia Kidney Care Club, Kamis lalu.

Semua tindakan itu, kecuali transplantasi, untuk membersihkan racun-racun yang terdapat di dalam ginjal. Namun, banyak penderita gagal ginjal yang selama ini mengandalkan cuci darah di rumah sakit. Menurut Tunggul, pengobatannya dapat dilakukan secara mandiri oleh pasien di rumahnya. Caranya adalah dengan CAPD tadi.

Karena bila dengan tindakan HD memerlukan tindakan di rumah sakit dan sedikitnya dilakukan 2-3 kali seminggu dengan durasi masing-masing hampir 5 jam. Sedangkan CAPD dapat dilakukan di rumah dengan tindakan 3-4 kali sehari dengan durasi masing-masing selama 30 menit.

Caranya, hanya dengan menggunakan keteter khusus untuk menarik racun dalam tubuh melalui rongga perut sebagai fi lternya. “Dengan cara ini penderita gagal ginjal lebih praktis dan murah biayanya,” ujar dia. _
nala dipa

Sumber: Koran Jakarta, 13 Maret 2011

Linked Posts:
Penyakit Ginjal | Stadium Penyakit Ginjal | Batu Ginjal – Bagaimana Terjadinya? | Mengobati Infeksi Ginjal | Diet Rendah Protein Untuk Penderita Gagal Ginjal
=============================================================
Promo Produk
Melia Propolis
“Natures Miracle Antibiotic”

Propolis bisa menjadi solusi kesehatan untuk berbagai penyakit yang bekerja secara holistic tanpa efek samping. Hampir seluruh Kitab Suci menulis tentang Lebah.

Q.S. AN NAHL : Ayat. 68 & 69
……..Keluarlah dari perutnya syaraabun (cairan) beraneka warna, dan padanya syifa (penyembuhan) bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu menjadi tanda bagi kaum yang memikirkan.

Kandungan Propolis:
1. Bioflavonoids: Memulihkan system kapilari serta memperbaiki kerapuhan dan kebocoran saluran darah (1 tetes propolis kandungannya setara dengan 500 buah jeruk)
2. Protein ( 16 Asam amino Esensial)
3. Vitamin dan mineral

Fungsi Propolis bagi manusia
1. Detoksifikasi (Membuangan racun dan Kuman Penyakit dari dalam tubuh)
2. Antibiotika Alami (antimicrobial seperti virus, bakteri dan jamur)
3. Anti Radang
4. Anti Alergi
5. Meningkatkan Imunitas / Kekebalan Tubuh
6. Anti Oksidan (mencegah kanker dan membunuh sel kanker)
7. Nutrisi (memperbaiki dan regenerasi sel tubuh)

Klik Selanjutnya

Apa Itu Propolis ? | Propolis Bagi Kesehatan | Propolis Untuk Masalah Jantung | Propolis Stop Cuci Darah gagal Ginjal | Propolis Gagalkan Amputasi Diabetes

Stadium Penyakit Ginjal

No Comments

GFR Untuk Menentukan Stadium Penyakit Ginjal

Glomerular Filtration Rate (GFR) adalah hitungan yang menandai tingkat efisiensi penyaringan bahan ampas dari darah oleh ginjal. Hitungan GFR yang umum membutuhkan suntikan zat pada aliran darah yang kemudian diukur pada pengambilan air seni 24 jam. Baru-baru ini, para ilmuwan menemukan bahwa GFR dapat dihitung tanpa suntikan atau pengambilan air seni. Hitungan baru ini hanya membutuhkan pengukuran tingkat kreatinin dalam contoh darah.

Kreatinin adalah bahan ampas dalam darah yang dihasilkan oleh penguraian sel otot secara normal selama kegiatan. Ginjal yang sehat menghilangkan kreatinin dari darah dan memasukkannya pada air seni untuk dikeluarkan dari tubuh. Bila ginjal tidak bekerja sebagaimana mestinya, kreatinin bertumpuk dalam darah.

Dalam laboratorium, darah kita akan dites untuk menentukan ada berapa miligram kreatinin dalam satu desiliter darah (mg/dL). Tingkat kreatinin dalam darah dapat berubah-ubah, dan setiap laboratorium mempunyai nilai normal sendiri, umumnya 0,6-1,2mg/dL. Bila tingkat kreatinin sedikit di atas batas atas nila normal ini, kita kemungkinan tidak akan merasa sakit, tetapi tingkat yang lebih tinggi ini adalah tanda bahwa ginjal kita tidak bekerja dengan kekuatan penuh. Satu rumusan untuk mengestimasikan fungsi ginjal adalah menyamakan tingkat kreatinin 1,7mg/dL untuk kebanyakan laki-laki dan 1,4mg/dL untuk kebanyakan perempuan sebagai 50% fungsi ginjal normal. Tetapi karena tingkat kreatinin begitu berubah-ubah, dan dapat dipengaruhi oleh makanan, hitungan GFR adalah lebih tepat untuk menentukan apakah kita mempunyai fungsi ginjal yang rendah.

Hitungan GFR baru memakai ukuran kreatinin kita bersamaan dengan berat badan, usia, dan nilai ditentukan untuk jenis kelamin dan ras. Beberapa laboratorium dapat menghitung GFR saat tingkat kreatinin diukur, dan memasukkannya pada laporan.

Stadium penyakit ginjal

Pada 2002, National Kidney Foundation AS menerbitkan pedoman pengobatan yang menetapkan lima stadium chronic kidney disease (CKD) berdasarkan ukuran GFR yang menurun. Pedoman tersebut mengusulkan tindakan yang berbeda untuk masing-masing stadium penyakit ginjal.

  • Risiko CKD meningkat. GFR 90 atau lebih dianggap normal. Bahkan dengan GFR normal, kita mungkin berisiko lebih tinggi terhadap CKD bila kita diabetes, mempunyai tekanan darah yang tinggi, atau keluarga kita mempunyai riwayat penyakit ginjal. Semakin tua kita, semakin tinggi risiko. Orang berusia di atas 65 tahun dua kali lipat lebih mungkin mengembangkan CKD dibandingkan orang berusia di antara 45 dan 65 tahun. Orang Amerika keturunan Afrika lebih berisiko mengembangkan CKD.
  • Stadium 1: Kerusakan ginjal dengan GFR normal (90 atau lebih). Kerusakan pada ginjal dapat dideteksi sebelum GFR mulai menurun. Pada stadium pertama penyakit ginjal ini, tujuan pengobatan adalah untuk memperlambat perkembangan CKD dan mengurangi risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.
  • Stadium 2: Kerusakan ginjal dengan penurunan ringan pada GFR (60-89). Saat fungsi ginjal kita mulai menurun, dokter akan memperkirakan perkembangan CKD kita dan meneruskan pengobatan untuk mengurangi risiko masalah kesehatan lain.
  • Stadium 3: Penurunan lanjut pada GFR (30-59). Saat CKD sudah berlanjut pada stadium ini, anemia dan masalah tulang menjadi semakin umum. Kita sebaiknya bekerja dengan dokter untuk mencegah atau mengobati masalah ini.
  • Stadium 4: Penurunan berat pada GFR (15-29). Teruskan pengobatan untuk komplikasi CKD dan belajar semaksimal mungkin mengenai pengobatan untuk kegagalan ginjal. Masing-masing pengobatan membutuhkan persiapan. Bila kita memilih hemodialisis, kita akan membutuhkan tindakan untuk memperbesar dan memperkuat pembuluh darah dalam lengan agar siap menerima pemasukan jarum secara sering. Untuk dialisis peritonea, sebuah kateter harus ditanam dalam perut kita. Atau mungkin kita ingin minta anggota keluarga atau teman menyumbang satu ginjal untuk dicangkok.
  • Stadium 5: Kegagalan ginjal (GFR di bawah 15). Saat ginjal kita tidak bekerja cukup untuk menahan kehidupan kita, kita akan membutuhkan dialisis atau pencangkokan ginjal.

Selain memantau GFR, tes darah dapat menunjukkan apakah zat-zat tertentu dalam darah kurang berimbang. Bila tingkat fosforus atau kalium mulai naik, sebuah tes darah akan mendesak dokter untuk menangani masalah ini sebelum mempengaruhi kesehatan kita secara permanen.

Linked Posts: Penyakit Ginjal | Propolis Stop Cuci Darah Gagal Ginjal | Mengobati Gagal Ginjal | Mengobati Infeksi Ginjal | Propolis | Apa itu Propolis ? | Propolis Bagi Kesehatan | Melia Propolis
========================================================
Promo Produk
Melia Propolis
“Natures Miracle Antibiotic”

Propolis bisa menjadi solusi kesehatan untuk berbagai penyakit yang bekerja secara holistic tanpa efek samping. Hampir seluruh Kitab Suci menulis tentang Lebah.

Q.S. AN NAHL : Ayat. 68 & 69
……..Keluarlah dari perutnya syaraabun (cairan) beraneka warna, dan padanya syifa (penyembuhan) bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu menjadi tanda bagi kaum yang memikirkan.

Kandungan Propolis:
1. Bioflavonoids: Memulihkan system kapilari serta memperbaiki kerapuhan dan kebocoran saluran darah (1 tetes propolis kandungannya setara dengan 500 buah jeruk)
2. Protein ( 16 Asam amino Esensial)
3. Vitamin dan mineral

Fungsi Propolis bagi manusia
1. Detoksifikasi (Membuangan racun dan Kuman Penyakit dari dalam tubuh)
2. Antibiotika Alami (antimicrobial seperti virus, bakteri dan jamur)
3. Anti Radang
4. Anti Alergi
5. Meningkatkan Imunitas / Kekebalan Tubuh
6. Anti Oksidan (mencegah kanker dan membunuh sel kanker)
7. Nutrisi (memperbaiki dan regenerasi sel tubuh)

Klik Selanjutnya

Penyakit Ginjal

No Comments

Penyakit Ginjal — Waspadai Tanda-tandanya !

Penyakit Ginjal. Dengan berat hanya sekitar 150 gram atau sebesar kira-kira separuh genggaman tangan kita, ginjal memiliki fungsi sangat strategis dalam mempengaruhi kinerja semua bagian tubuh. Selain mengatur keseimbangan cairan tubuh, eletrolit, dan asam basa, ginjal juga akan membuang sisa metabolisme yang akan meracuni tubuh, mengatur tekanan darah dan menjaga kesehatan tulang.

Menurut ahli ginjal, penyakit ginjal disebut kronik jika kerusakannya sudah terjadi selama lebih dari tiga bulan dan lewat pemeriksaan terbukti adanya kelainan struktur atau fungsi ginjal.

Pada penyakit ginjal kronik terjadi penurunan fungsi ginjal secara perlahan sehingga terjadi gagal ginjal yang merupakan stadium terberat penyakit ginjal kronik. Jika sudah sampai stadium ini, pasien memerlukan terapi pengganti ginjal berupa cuci darah (hemodialisis) atau cangkok ginjal yang biayanya mahal.

Kenali Tanda-Tanda Penyakit Ginjal

Tanda-tanda penyakit ginjal sering tanpa keluhan sama sekali, bahkan tak sedikit penderita mengalami penurunan fungsi ginjal hingga 90 persen tanpa didahului keluhan. Oleh karena itu, pasien sebaiknya waspada jika mengalami gejala-gejala seperti, tekanan darah tinggi, perubahan jumlah kencing, ada darah dalam air kencing, bengkak pada kaki dan pergelangan kaki, rasa lemah serta sulit tidur, sakit kepala, sesak, dan merasa mual dan muntah.

Penyakit ginjal memang bukan penyakit menular, setiap orang dapat terkena penyakit ginjal, namun mereka yang memiliki faktor risiko tinggi seperti mereka yang memiliki riwayat darah tinggi di keluarga, diabetes, penyakit jantung, serta ada anggota keluarga yang dinyatakan dokter sakit ginjal sebaiknya melakukan pemeriksaan dini.

Ada beberapa jenis pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk mengetahui kesehatan ginjal, salah satunya yang paling umum adalah pemeriksaan urin. Jika ada kandungan protein atau darah dalam air kencing tersebut, maka menunjukkan kelainan dari ginjal.

Atau bisa juga melakukan pemeriksaan darah guna mengukur kadar kreatinin dan urea dalam darah. Jika kadar kedua zat itu meningkat, menunjukan gejala kelainan ginjal. Sementara pemeriksaan tahap lanjut untuk mengenali kelainan ginjal berupa pemeriksaan radiologis dan biopsi ginjal. Biasanya pemeriksaan ini atas indikasi tertentu dan sesuai saran dokter.

Langkah Pencegahan Penyakit Ginjal

Gangguan ginjal bisa dicegah dengan berbagai cara, terutama dengan menerapkan gaya hidup sehat. Berhenti merokok, memperhatikan kadar kolesterol, kendalikan berat badan, menghindari kekurangan cairan dengan cukup minum air putih tidak lebih dari 2 liter setiap hari. “Minum air secara berlebihan justru akan merusak ginjal,” kata Dr.David Manuputty, SpBU dari RSCM Jakarta.

Selain gaya hidup sehat, lakukan pemeriksaan kesehatan tahunan pada dokter, mintalah pula agar urin Anda diperiksa untuk melihat adanya darah atau protein dalam urin. Yang tak kalah penting, berhati-hatilah dalam menggunakan obat anti nyeri khususnya jenis obat anti inflamasi non steroid.

Sumber: Dari Berbagai Sumber

Linked Posts: Penanganan Penyakit Ginjal | Batu Ginjal | Mengobati Gagal Ginjal | Batu Ginjal Hilang | Infeksi Ginjal | Propolis Stop Cuci Darah Gagal Ginjal | Apa Itu Propolis ? | Propolis Bagi Kesehatan | Melia Propolis
=====================================================
Promo Produk
Melia Propolis
“Natures Miracle Antibiotic”

Propolis bisa menjadi solusi kesehatan untuk berbagai penyakit yang bekerja secara holistic tanpa efek samping. Hampir seluruh Kitab Suci menulis tentang Lebah.

Q.S. AN NAHL : Ayat. 68 & 69
……..Keluarlah dari perutnya syaraabun (cairan) beraneka warna, dan padanya syifa (penyembuhan) bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu menjadi tanda bagi kaum yang memikirkan.

Kandungan Propolis:
1. Bioflavonoids: Memulihkan system kapilari serta memperbaiki kerapuhan dan kebocoran saluran darah (1 tetes propolis kandungannya setara dengan 500 buah jeruk)
2. Protein ( 16 Asam amino Esensial)
3. Vitamin dan mineral

Fungsi Propolis bagi manusia
1. Detoksifikasi (Membuangan racun dan Kuman Penyakit dari dalam tubuh)
2. Antibiotika Alami (antimicrobial seperti virus, bakteri dan jamur)
3. Anti Radang
4. Anti Alergi
5. Meningkatkan Imunitas / Kekebalan Tubuh
6. Anti Oksidan (mencegah kanker dan membunuh sel kanker)
7. Nutrisi (memperbaiki dan regenerasi sel tubuh)

Klik Selanjutnya