Antibiotika Alami Dan Benteng Pertahanan Kesehatan Tubuh

Posts Tagged ‘hipertensi’

Arteriosclerosis

No Comments

Arteriosclerosis – Pembuluh Arteri Yang Mengeras

Arteriosclerosis (atherosclerosis)

Definisi

Arteri adalah pembuluh darah yang membawa oksigen dan zat makanan dari jantung ke seluruh tubuh. Arteri yang sehat adalah arteri yang fleksibel, kuat dan elastis. Bagaimanapun, terlalu banyak tekanan pada arteri dapat membuat dinding menebal dan kaku – terkadang membatasi aliran darah menuju organ dan jaringan. Proses ini disebut arteriosklerosis, atau mengerasnya arteri.

Aterosklerosis adalah tipe spesifik dari arteriosklerosis, tapi istilah yang sering digunakan bergantian. Aterosklerosis lebih kepada terbentuknya lemak di dalam dan di atas dinding arteri (plak), yang dapat membatasi aliran darah. Plak ini dapat juga pecah dan menyebabkan bekuan darah. Meskipun aterosklerosis sering dianggap masalah jantung, ini dapat berefek pada arteri di manapun di dalam tubuh. Aterosklerosis adalah kondisi yang dapat dicegah dan dapat diobati.

Gejala

Aterosclerosis terbentuk secara bertahap. Biasanya tidak akan muncul  gejala aterosklerosis sampai arteri sangat menyempit atau tersumbat sehingga tak dapat menyuplai cukup darah ke organ dan jaringan. Terkadang bekuan darah benar-benar menyumbat aliran darah, atau bahkan terpecah dan menyebabkan bekuan darah yang dapat memicu serangan jantung atau stroke.

Gejala aterosclerosis didasarkan pada arteri mana yang terkena. Sebagai contoh:

•    Jika anda memiliki aterosklerosis di dalam arteri jantung, anda mungkin memiliki gejala yang sama dengan serangan jantung lain, seperti sakit pada dada (angina)

•    Jika anda memiliki aterosklerosis di dalam arteri yang menuju otak, anda mungkin memiliki gejala seperti mati rasa secara tiba-tiba atau lemah pada lengan atau kaki, sulit berbicara atau berbicara melantur, atau otot wajah yang terkulai

•    Jika anda memiliki aterosklerosis pada arteri di lengan dan kaki, anda mungkin memiliki gejala peripheral arterial disease, seperti sakit pada kaki ketika berjalan.

Terkadang, aterosklerosis menyebabkan disfungsi ereksi pada laki-laki.

Penyebab & Faktor Risiko

Penyebab

Aterosklerosis adalah penyakit yang lamban dan berkembang secara bertahap. Penyakit ini dapat dimulai pada awal masa anak-anak. Meskpun penyebab pasti belum diketahui, ilmuwan mencurigai bahwa aterosklerosis dimulai dengan kerusakan atau cedera pada lapisan dalam arteri. Kerusakan mungkin disebabkan oleh:

•    Tekanan darah tinggi
•    Kolestrol tinggi
•    Iritan, seperti nikotin
•    Penyakit tertentu, seperti diabetes

Sekali dinding bagian dalam arteri rusak, sel darah yang disebut platelet sering menggumpal dan mencederai tempat tersebut untuk mencoba memperbaiki arteri sehingga menimbulkan pembengkakan. Seiring waktu, plak yang terbentuk dari kolestrol dan zat ampas lain juga berkumpul pada tempat cedera ini, mengeras dan mempersempit arteri. Organ dan jaringan yang dihubungkan dengan arteri yang tersumbat tersebut kemudian tidak menerima cukup darah untuk berfungsi secara baik.

Lama kelamaan sebagian plak tersebut mungkin pecah dan masuk ke dalam aliran darah. Ini dapat menyebabkan terbentuknya bekuan darah dan merusak organ, seperti pada serangan jantung. Bekuan darah dapat juga dihantarkan ke bagian lain dari tubuh dan sebagian atau seluruhnya menyumbat aliran darah ke organ tubuh lain.

Faktor risiko

Mengerasnya arteri terjadi setiap waktu. Sebagai tambahan, faktor yang menambah risiko aterosklerosis antara lain:
•    Tekanan darah tinggi
•    Kolestrol tinggi
•    Diabetes
•    Obesitas
•    Merokok
•    Sejarah keluarga dengan aneurysm atau sakit jantung dini

Pencegahan

Perubahan gaya hidup yang sama direkomendasikan untuk merawat aterosklerosis juga dapat mencegahnya. Anda telah mengetahui sebelumnya juga membantu dalam pencegahan – berhenti merokok, makan makanan sehat, rutin berolahraga, menjaga berat badan sehat, dan tidak meminum alkohol. Ingatlah untuk membuat satu langkah perubahan sekarang.

Sumber: Kompas.com

Linked Posts:
Hipertensi | Penyakit Jantung | Serangan jantung | Jantung Koroner | Stroke
=============================================================================
Promo Produk
Melia Propolis
“Natures Miracle Antibiotic”

Propolis bisa menjadi solusi kesehatan untuk berbagai penyakit yang bekerja secara holistic tanpa efek samping. Hampir seluruh Kitab Suci menulis tentang Lebah.

Q.S. AN NAHL : Ayat. 68 & 69
……..Keluarlah dari perutnya syaraabun (cairan) beraneka warna, dan padanya syifa (penyembuhan) bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu menjadi tanda bagi kaum yang memikirkan.

Kandungan Propolis:
1. Bioflavonoids: Memulihkan system kapilari serta memperbaiki kerapuhan dan kebocoran saluran darah (1 tetes propolis kandungannya setara dengan 500 buah jeruk)
2. Protein ( 16 Asam amino Esensial)
3. Vitamin dan mineral

Fungsi Propolis bagi manusia
1. Detoksifikasi (Membuangan racun dan Kuman Penyakit dari dalam tubuh)
2. Antibiotika Alami (antimicrobial seperti virus, bakteri dan jamur)
3. Anti Radang
4. Anti Alergi
5. Meningkatkan Imunitas / Kekebalan Tubuh
6. Anti Oksidan (mencegah kanker dan membunuh sel kanker)
7. Nutrisi (memperbaiki dan regenerasi sel tubuh)

Klik Selanjutnya

Apa Itu Propolis ? | Propolis Bagi Kesehatan | Propolis Untuk Masalah Jantung | Propolis Stop Cuci Darah gagal Ginjal | Propolis Gagalkan Amputasi Diabetes

Jantung Koroner

No Comments

Jantung Koroner Kerap Muncul Tanpa Gejala Awal

Pernah mengalami nyeri di bagian dada? Atau sesak napas ketika udara dingin? Apalagi bila hal itu terjadi pada Anda, baik pria atau wanita yang berusia lanjut. Waspadalah, bisa jadi itu adalah angin duduk atau penyakit arteri koroner atau yang lebih dikenal dengan sebutan jantung koroner. “Nyeri dada itu biasanya terjadi menjelang subuh.

Tapi juga bisa kapan pun kalau beraktivitas berlebihan,” ujar dr Hermawan, SpJP, ahli penyakit jantung dari Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta. Jantung koroner muncul tak kenal jenis kelamin apalagi ras. Siapa pun, di mana pun dapat terserang dan berakhir tragedi. Kematian akibat jantung koroner masih merupakan penyebab kematian yang utama di dunia.

Delapan puluh persennya kematian kematian kardiovaskular (jantung) disebabkan jantung koroner. “Dan 50 persennya terjadi tanpa ada gejala sebelumnya,” timpal dr Elfrina Emran, SpJP spesialis penyakit jantung dari rumah sakit yang sama. Jantung koroner terjadi karena proses aterosklerosis atau pengapuran dinding pembuluh darah. Proses itu berlangsung kronis sehingga mengakibatkan penyempitan pembuluh darah koroner.

Akhirnya, aliran darah ke otot jantung terganggu. Keadaan itulah yang kemudian menimbulkan keluhan nyeri dada atau sesak napas akibat terhentinya aliran darah koroner sama sekali karena gumpalan retaknya atherosclerotic atau plak di pembuluh darah. Yang kemudian menyumbat pembuluh darah koroner hingga jantung tak dapat disuplai darah yang membawa oksigen. Kondisi itu akan mudah terjadi bila tercetus beberapa kondisi.

Menurut Hermawan, di antaranya, bila seseorang mengalami stres, ketika udara dingin, makan terlalu kenyang, atau aktivitas fi sik yang berlebihan. Lalu, bila banyak kasus terjadi tanpa gejala, bagaimana cara mendeteksinya. Maka itu ada yang disebut dua kelompok faktor risiko penyakit jantung koroner. Metode ini berguna untuk mengetahui pengelompokan dan tingkat risiko seseorang. Pertama, faktor risiko yang dapat dimodifi kasi. Kedua, faktor risiko yang tidak dapat dimodifi kasi. Kelompok pertama yang merupakan cenderung karena gaya dan pola hidup, di antaranya kebiasaan merokok, hipertensi, dislipidemia, dan diabetes (lihat boks). Sedangkan pada kelompok kedua karena usia dan jenis kelamin (lihat boks).

Untuk contoh kasus, pada sindroma metabolik dan pradiabetes, misalnya, sudah termasuk sebagai salah satu faktor risiko jantung koroner. Bila hal itu terdeteksi, maka tindakan yang diambil adalah primordial prevention. “Kalau seseorang sudah terdeteksi menderita jantung koroner sejak dini, maka pengobatan naik tingkat, namanya secondary prevention,” ungkap Elfrina. Hal itu bertujuan agar tidak terkena serangan jantung akut (IMA) atau komplikasi lainnya yang berakibat kematian. “Screening” Koroner Untuk mengetahui hal itu, maka diperlukan screening aterosklerosis koroner.

Proses itu mengacu pada Framingham Risk Score (FRS) seperti yang direkomendasi Adult Treatment Program III. FRS dibagi dalam tiga kelompok; Risiko rendah (bila skornya di bawah 10 persen), risiko menengah (skor antara 10-20 persen), dan risiko tinggi (di atas 20 persen. “Pasien dengan risiko rendah cukup dilakukan konseling, misalnya didorong untuk lebih rutin olahraga dan melakukan diet sehat,” tambah Elfrina. Perlu pengobatan, tapi tidak bersifat agresif. Sedangkan untuk risiko menengah, diperlukan pemeriksaan untuk mengetahui ada tidaknya Ischemi Miokard, yang biasanya dilakukan pada penderita diabetes dan seterusnya.

Intinya, setiap kelompok memerlukan pemeriksaan yang berbeda untuk mengetahui secara akurat risiko jantung koroner tersebut. “Dengan menggunakan penilaian risiko berdasarkan metode tersebut, maka dapat diperkirakan risiko jantung koroner dalam 10 tahun mendatang,” tegas Hermawan. “Check Up” Komprehensif Meski telah sudah melakukan berbagai upaya deteksi secara dini dan komprehensif terhadap risiko serangan jantung, kata Hermawan, bukan berarti seseorang dapat terbebas sama sekali dari risiko jantung koroner.

Sebab, upaya menyeluruh tersebut baru dapat maksimal bila dibarengi upaya pencegahan melalui perubahan pola hidup melalui perubahan diet atau pola makan. Termasuk peningkatan aktivitas fisik melalui olahraga teratur, penurunan berat badan, pengendalian kadar kolesterol, tekanan darah, dan menyetop kebiasaan merokok.

Selain itu, untuk mendeteksi risiko jantung koroner juga diperlukan medical check up yang komprehensif. Dalam menindaklanjuti proses screening atherosclerosis koroner itu misalnya, juga diperlukan pemeriksaan penunjang invasif maupun non invasif. Tindakan invasif misalnya berupa tindakan bernama Gold Standard atau Coronerangiografi yang hanya terdapat di rumah sakit tertentu.
nala dipa

Sumber: Koran Jakarta, Tgl . 13 Februari 2003

Linked Post:
Penyakit Jantung | Lemah Jantung | Serangan Jantung | Bahaya Merokok
=====================================================================
Promo Produk
Melia Propolis
“Natures Miracle Antibiotic”

Propolis bisa menjadi solusi kesehatan untuk berbagai penyakit yang bekerja secara holistic tanpa efek samping. Hampir seluruh Kitab Suci menulis tentang Lebah.

Q.S. AN NAHL : Ayat. 68 & 69
……..Keluarlah dari perutnya syaraabun (cairan) beraneka warna, dan padanya syifa (penyembuhan) bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu menjadi tanda bagi kaum yang memikirkan.

Kandungan Propolis:
1. Bioflavonoids: Memulihkan system kapilari serta memperbaiki kerapuhan dan kebocoran saluran darah (1 tetes propolis kandungannya setara dengan 500 buah jeruk)
2. Protein ( 16 Asam amino Esensial)
3. Vitamin dan mineral

Fungsi Propolis bagi manusia
1. Detoksifikasi (Membuangan racun dan Kuman Penyakit dari dalam tubuh)
2. Antibiotika Alami (antimicrobial seperti virus, bakteri dan jamur)
3. Anti Radang
4. Anti Alergi
5. Meningkatkan Imunitas / Kekebalan Tubuh
6. Anti Oksidan (mencegah kanker dan membunuh sel kanker)
7. Nutrisi (memperbaiki dan regenerasi sel tubuh)

Klik Selanjutnya

Apa Itu Propolis ? | Propolis Bagi Kesehatan | Propolis Untuk Masalah Jantung | Propolis Stop Cuci Darah gagal Ginjal | Propolis Gagalkan Amputasi Diabetes

Mengobati Hipertensi Atau Tekanan Darah Tinggi

No Comments

Melia Propolis Untuk Derita Hipertensi Atau Tekanan Darah Tinggi

Simon Marwa(Dosen Atmajaya), Mappanyukki, Makassar :“Saya mengalami masalah dengan tekanan darah tinggi. Sudah berbagai obat saya konsumsi,termasuk berobat ke dokter tetapi tekanan darah saya hanya turun sementara lalu kembali tinggi. Tetapi setelah mengkonsumsi Propolis tekanan darah saya normal dan tidak pernah naik lagi.”

Linked Posts: Penyakit Hipertensi | Mengatasi Hipertensi | Pulih Dari Stroke | Mengobati Penderita Stroke | Propolis | Melia Propolis
================================================================
Promo Produk
Melia Propolis
“Natures Miracle Antibiotic”

Propolis bisa menjadi solusi kesehatan untuk berbagai penyakit yang bekerja secara holistic tanpa efek samping. Hampir seluruh Kitab Suci menulis tentang Lebah.

Q.S. AN NAHL : Ayat. 68 & 69
……..Keluarlah dari perutnya syaraabun (cairan) beraneka warna, dan padanya syifa (penyembuhan) bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu menjadi tanda bagi kaum yang memikirkan.

Kandungan Propolis:
1. Bioflavonoids: Memulihkan system kapilari serta memperbaiki kerapuhan dan kebocoran saluran darah (1 tetes propolis kandungannya setara dengan 500 buah jeruk)
2. Protein ( 16 Asam amino Esensial)
3. Vitamin dan mineral

Fungsi Propolis bagi manusia
1. Detoksifikasi (Membuangan racun dan Kuman Penyakit dari dalam tubuh)
2. Antibiotika Alami (antimicrobial seperti virus, bakteri dan jamur)
3. Anti Radang
4. Anti Alergi
5. Meningkatkan Imunitas / Kekebalan Tubuh
6. Anti Oksidan (mencegah kanker dan membunuh sel kanker)
7. Nutrisi (memperbaiki dan regenerasi sel tubuh)

Klik Selanjutnya

Apa Itu Propolis ? | Propolis Bagi Kesehatan | Propolis Untuk Masalah Jantung | Propolis Stop Cuci Darah gagal Ginjal | Propolis Gagalkan Amputasi Diabetes

Hipertensi Dan Stroke

No Comments

Hipertensi dan Stroke Masuk Desa-desa

Hipertensi dan Stroke ternyata bukan monopoli orang kota dan orang berada. Masyarakat pedesaan sekarang sudah banyak yang menderita penyakit hipertensi dan stroke. Seperti yang dirilis oleh Kompas.com tgl 26 Agustus “Penyakit Hipertensi dan Stroke Rambah Masyarakat Pedesaan”

MAGELANG, KOMPAS.com – Penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, dan stroke, juga banyak diderita oleh masyarakat pedesaan di Kabupaten Magelang. Hal ini diperkirakan terjadi karena kesalahan pola makan akibat kesulitan ekonomi dan krisis keuangan.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang Bambang Sugiyanto mengatakan kesalahan pola makan akibat kesulitan ekonomi diantaranya terlihat dari perilaku masyarakat yang sekarang kerap membeli minyak goreng bekas pakai atau jelantah. “Mereka semata-mata memilih membeli minyak jelantah karena harganya paling murah, dan terjangkau,” ujarnya, Selasa (25/8).

Pada tahun 2008, jumlah penduduk Kabupaten Magelang terdata 1,17 juta. Pada tahun yang sama, jumlah penderita hipertensi terdata 26.908 orang, diabetes melitus, 6.602 orang, jantung koroner, 2.790 orang, dan stroke, 967 orang.

Dengan alasan kesulitan keuangan itu pula, warga pedesaan di Kabupaten Magelang cenderung membeli bahan pangan dengan harga termurah. Padahal, harga makanan yang dijual dengan sangat murah biasanya memiliki kualitas kurang bagus, banyak campuran bahan pengawet dan pewarna.

Selain itu, menurut Bambang, kesulitan keuangan juga kerap kali menimbulkan stres, yang pada akhirnya juga mempercepat munculnya penyakit-penyakit tidak menular seperti hipertensi dan stroke tersebut.

Untuk mengetahui prevalensi dan penyebab timbulnya penyakit tersebut di kalangan masyarakat pedesaan, Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang sudah bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah untuk melakukan survei di dua kecamatan sebagai sampel, yaitu Kecamatan Secang, dan Kaliangkrik. Untuk sementara ini, hasil survei belum bisa diketahui.

Namun, sebagai langkah antisipasi, Bambang mengatakan, pihaknya sudah berupaya mendirikan dua pos pembinaan terpadu (posbintu) di Kecamatan Mertoyudan dan Bandongan. Ini serupa dengan posyandu, namun yang dilayani adala h seluruh kelompok umur. Diharapkan, warga dapat mendatangi posbintu ini untuk melakukan check up kesehatan dan sekaligus deteksi dini terhadap penyakit-penyakit tidak menular tersebut.

Linked Posts:
Penyakit Hipertensi | Stroke – Waspadalah | Mengobati Penderita Stroke | Mengatasi Hipertensi | Mengobati Hipertensi

============================================================
Promo Produk
Melia Propolis
“Natures Miracle Antibiotic”

Propolis bisa menjadi solusi kesehatan untuk berbagai penyakit yang bekerja secara holistic tanpa efek samping. Hampir seluruh Kitab Suci menulis tentang Lebah.

Q.S. AN NAHL : Ayat. 68 & 69
……..Keluarlah dari perutnya syaraabun (cairan) beraneka warna, dan padanya syifa (penyembuhan) bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu menjadi tanda bagi kaum yang memikirkan.

Kandungan Propolis:
1. Bioflavonoids: Memulihkan system kapilari serta memperbaiki kerapuhan dan kebocoran saluran darah (1 tetes propolis kandungannya setara dengan 500 buah jeruk)
2. Protein ( 16 Asam amino Esensial)
3. Vitamin dan mineral

Fungsi Propolis bagi manusia
1. Detoksifikasi (Membuangan racun dan Kuman Penyakit dari dalam tubuh)
2. Antibiotika Alami (antimicrobial seperti virus, bakteri dan jamur)
3. Anti Radang
4. Anti Alergi
5. Meningkatkan Imunitas / Kekebalan Tubuh
6. Anti Oksidan (mencegah kanker dan membunuh sel kanker)
7. Nutrisi (memperbaiki dan regenerasi sel tubuh)

Klik Selanjutnya

Apa Itu Propolis ? | Propolis Bagi Kesehatan | Propolis Untuk Masalah Jantung | Propolis Stop Cuci Darah gagal Ginjal | Propolis Gagalkan Amputasi Diabetes

Hipertensi — Mengenali Hipertensi atau Tekanan Darah Tinggi

No Comments

Hipertensi — Mengenali Hipertensi atau Tekanan Darah Tinggi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi medis di mana terjadi peningkatan tekanan darah secara kronis. Tekanan darah yang selalu tinggi adalah salah satu faktor resiko untuk stroke, serangan jantung, gagal jantung dan aneurisma arterial, dan merupakan penyebab utama gagal jantung kronis.

Tekanan darah merujuk kepada tekanan yang dialami darah pada pembuluh arteri darah ketika darah di pompa oleh jantung ke seluruh anggota tubuh manusia. Tekanan darah dibuat dengan mengambil dua ukuran dan biasanya diukur seperti berikut – 120 /80 mmHg. Nomor atas (120) menunjukkan tekanan ke atas pembuluh arteri akibat denyutan jantung, dan disebut tekanan sistole. Nomor bawah (80) menunjukkan tekanan saat jantung beristirahat di antara pemompaan, dan disebut tekanan diastole. Saat yang paling baik untuk mengukur tekanan darah adalah saat Anda istirahat dan dalam keadaan duduk atau berbaring.

Bila tekanan darah diketahui lebih tinggi dari biasanya secara berkelanjutan, orang itu dikatakan mengalami masalah tekanan darah tinggi (hipertensi). Penderita tekanan darah tinggi (hipertensi) mesti sekurang-kurangnya mempunyai tiga bacaan tekanan darah yang melebihi 140/90 mmHg saat istirahat.

Pada hipertensi sistole terisolasi, tekanan sistole mencapai 140 mmHg atau lebih, tetapi tekanan diastole kurang dari 90 mmHg dan tekanan diastole masih dalam kisaran normal. Hipertensi ini sering ditemukan pada usia lanjut.

Sejalan dengan bertambahnya usia, hampir setiap orang mengalami kenaikan tekanan darah; tekanan sistole terus meningkat sampai usia 80 tahun dan tekanan diastole terus meningkat sampai usia 55-60 tahun, kemudian berkurang secara perlahan atau bahkan menurun drastis.

Hipertensi maligna adalah hipertensi yang sangat parah, yang bila tidak diobati, akan menimbulkan kematian dalam waktu 3-6 bulan. Hipertensi ini jarang terjadi, hanya 1 dari setiap 200 penderita hipertensi.

Tekanan darah dalam kehidupan seseorang bervariasi secara alami. Bayi dan anak-anak secara normal memiliki tekanan darah yang jauh lebih rendah daripada dewasa. Tekanan darah juga dipengaruhi oleh aktivitas fisik, di mana akan lebih tinggi pada saat melakukan aktivitas dan lebih rendah ketika beristirahat. Tekanan darah dalam 1 hari juga berbeda; paling tinggi pada waktu pagi hari dan paling rendah pada saat tidur malam hari.

Sebab-sebab Tekanan Darah Meningkat

Meningkatnya tekanan darah di dalam arteri bisa terjadi melalui beberapa cara:

Pertama, Jantung memompa lebih kuat sehingga mengalirkan lebih banyak cairan pada setiap detiknya.

Kedua, Arteri besar kehilangan kelenturannya dan menjadi kaku, sehingga mereka tidak dapat mengembang pada saat jantung memompa darah melalui arteri tersebut. Karena itu darah pada setiap denyut jantung dipaksa untuk melalui pembuluh yang sempit daripada biasanya dan menyebabkan naiknya tekanan. Inilah yang terjadi pada usia lanjut, di mana dinding arterinya telah menebal dan kaku karena arteriosklerosis.

Ketiga, bertambahnya cairan dalam sirkulasi bisa menyebabkan meningkatnya tekanan darah. Hal ini terjadi jika terdapat kelainan fungsi ginjal sehingga tidak mampu membuang sejumlah garam dan air dari dalam tubuh. Volume darah dalam tubuh meningkat, sehingga tekanan darah juga meningkat.

Sebaliknya, jika aktivitas memompa jantung berkurang, arteri mengalami pelebaran, banyak cairan keluar dari sirkulasi, tekanan darah akan menurun.

Faktor-faktor Penyebab Hipertensi

Hipertensi terjadi karena banyak faktor yang mempengaruhi, dapat berlangsung cepat maupun perlahan-lahan. Hipertensi esensial kemungkinan memiliki banyak penyebab; beberapa perubahan pada jantung dan pembuluh darah kemungkinan bersama-sama menyebabkan meningkatnya tekanan darah. Jika penyebabnya diketahui, disebut hipertensi sekunder.

Beberapa penyebab hipertensi diantaranya adalah :

1. Usia yang semakin tua
2. Stres dan tekanan mental
3. Makan berlebihan
4. Merokok
5. Terlalu banyak minum alcohol
6. Kelainan pada ginjal
7. Lain-lain

Pada sekitar 5%-10% penderita hipertensi, penyebabnya adalah penyakit ginjal. Pada sekitar 1-2%, penyebabnya adalah kelainan hormonal atau pemakaian obat tertentu (misalnya pil KB)

Bertambahnya usia juga menyebabkan elastisitas arteri berkurang. Arteri tidak dapat lentur dan cenderung kaku, sehingga volume darah yang mengalir sedikit dan kurang lancar. Hal ini dapat memacu peningkatan tekanan darah

Kegemukan (obesitas), gaya hidup yang tidak aktif (malas berolahraga), stress, alkohol atau garam dalam makanan; bisa memicu terjadinya hipertensi pada orang-orang memiliki kepekaan yang diturunkan.

Stress cenderung menyebabkan kenaikan tekanan darah untuk sementara waktu, jika stres telah berlalu, maka tekanan darah biasanya akan kembali normal. Beberapa penyebab terjadinya hipertensi sekunder adalah penyakit ginjal, kelainan hormonal, dan obat-obatan.

Gejala-gejala Hipertensi

Pada sebagian besar penderita hipertensi tidak menimbulkan gejala; meskipun secara tidak sengaja beberapa gejala terjadi bersamaan dan dipercaya berhubungan dengan tekanan darah tinggi (padahal sesungguhnya tidak).

Gejala yang dimaksud adalah sakit kepala, perdarahan dari hidung, pusing, wajah kemerahan dan kelelahan; yang bisa saja terjadi baik pada penderita hipertensi, maupun pada seseorang dengan tekanan darah yang normal.

Jika hipertensinya berat atau menahun dan tidak diobati, bisa timbul gejala seperti sakit kepala, kelelahan, mual, muntah, sesak napas, gelisah, pandangan menjadi kabur, yang terjadi karena adanya kerusakan pada otak, mata, jantung, dan ginjal.

Kadang penderita hipertensi berat mengalami penurunan kesadaran dan bahkan koma karena terjadi pembengkakan otak. Keadaan ini disebut ensefalopati hipertensif, yang memerlukan penanganan segera.

Pencegahan dan Pengendalian Hipertensi

Perubahan gaya hidup bisa membantu mengendalikan tekanan darah tinggi (karena darah tinggi tidak bisa disembuhkan, hanya bisa dikendalikan agar tidak meningkat, dengan gaya hidup sehat, dan kalau tidak bisa turun, harus dengan obat obatan).

Sumber: dari berbagai sumber.

Linked Posts : Stroke | Penyakit Ginjal | Penyakit Jantung | Mengobati Hipertensi | Mengatasi Hipertensi | Apa Itu Propolis ? | Propolis Bagi Kesehatan
=====================================================
Promo Produk
Melia Propolis
“Natures Miracle Antibiotic”

Propolis bisa menjadi solusi kesehatan untuk berbagai penyakit yang bekerja secara holistic tanpa efek samping. Hampir seluruh Kitab Suci menulis tentang Lebah.

Q.S. AN NAHL : Ayat. 68 & 69
……..Keluarlah dari perutnya syaraabun (cairan) beraneka warna, dan padanya syifa (penyembuhan) bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu menjadi tanda bagi kaum yang memikirkan.

Kandungan Propolis:
1. Bioflavonoids: Memulihkan system kapilari serta memperbaiki kerapuhan dan kebocoran saluran darah (1 tetes propolis kandungannya setara dengan 500 buah jeruk)
2. Protein ( 16 Asam amino Esensial)
3. Vitamin dan mineral

Fungsi Propolis bagi manusia
1. Detoksifikasi (Membuangan racun dan Kuman Penyakit dari dalam tubuh)
2. Antibiotika Alami (antimicrobial seperti virus, bakteri dan jamur)
3. Anti Radang
4. Anti Alergi
5. Meningkatkan Imunitas / Kekebalan Tubuh
6. Anti Oksidan (mencegah kanker dan membunuh sel kanker)
7. Nutrisi (memperbaiki dan regenerasi sel tubuh)

Klik Selanjutnya

Apa Itu Propolis ? | Propolis Untuk Masalah Jantung | Propolis Stop Cuci Darah gagal Ginjal | Propolis Gagalkan Amputasi Diabetes