Ancaman HIV dan AIDS Kian Mengkhawatirkan

 Waspada HIV AIDSJAKARTA – Waspada HIV AIDS. Ancaman bahaya HIV dan AIDS di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Kaum ibu rumah tangga menjadi yang paling rentan terancam sehingga diperlukan tindakan komprehensif, menyadarkan, dan mencegah bahaya penyebaran penyakit tersebut. Hal itu dikatakan Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional, Kemal N Siregar, di Jakarta, Jumat (16/11).

Menurut Kemal, ancaman HIV dan AIDS kian mengkhawatirkan. “Kementerian Kesehatan melaporkan bahwa sejak 1987 hingga Juni 2012, ibu rumah tangga menempati posisi tertinggi keempat pada data jumlah kasus AIDS , yaitu 3.733 kasus,” kata Kemal.

Sebagian besar dari mereka tertular dari pasangan tetapnya. Kondisi ini juga menempatkan anak pada posisi rentan terhadap penularan HIV dari ibu yang terinfeksi HIV saat kehamilan, persalinan, dan menyusui. Jika kondisi ini terus terjadi, bukan tidak mungkin banyak anak bangsa ini yang hidup dengan HIV atau yang terburuk Indonesia akan kehilangan satu generasi. ags/N-1

Sumber: koran-jakarta.com tgl. 17 November 2012

Linked Posts:

 


Sekilas Tentang AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome)

aidsAcquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV; atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV, dan lain-lain).

Virusnya sendiri bernama Human Immunodeficiency Virus (atau disingkat HIV) yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan.

HIV dan virus-virus sejenisnya umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu.Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim (vaginal, anal, ataupun oral), transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut.

Para ilmuwan umumnya berpendapat bahwa AIDS berasal dari Afrika Sub-Sahara.Kini AIDS telah menjadi wabah penyakit. AIDS diperkiraan telah menginfeksi 38,6 juta orang di seluruh dunia. Pada Januari 2006, UNAIDS bekerja sama dengan WHO memperkirakan bahwa AIDS telah menyebabkan kematian lebih dari 25 juta orang sejak pertama kali diakui pada tanggal 5 Juni 1981. Dengan demikian, penyakit ini merupakan salah satu wabah paling mematikan dalam sejarah. AIDS diklaim telah menyebabkan kematian sebanyak 2,4 hingga 3,3 juta jiwa pada tahun 2005 saja, dan lebih dari 570.000 jiwa di antaranya adalah anak-anak. Sepertiga dari jumlah kematian ini terjadi di Afrika Sub-Sahara, sehingga memperlambat pertumbuhan ekonomi dan menghancurkan kekuatan sumber daya manusia di sana. Perawatan antiretrovirus sesungguhnya dapat mengurangi tingkat kematian dan parahnya infeksi HIV, namun akses terhadap pengobatan tersebut tidak tersedia di semua negara.

Hukuman sosial bagi penderita HIV/AIDS, umumnya lebih berat bila dibandingkan dengan penderita penyakit mematikan lainnya. Kadang-kadang hukuman sosial tersebut juga turut tertimpakan kepada petugas kesehatan atau sukarelawan, yang terlibat dalam merawat orang yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA).

Sumber: id.wikipedia.org

Linked Posts:

 


Wabah Penyakit Aneh Serupa AIDS di China

Beijing – Sejumlah penduduk China menderita penyakit aneh karena virus. Mulanya mereka menyangka terinfeksi HIV atau virus AIDS. Namun ternyata, virus tersebut tak dikenal.

Hal ini seperti yang dialami oleh Lin Jun, salah satu pasien yang diwawancarai secara eksklusif oleh New Express Daily. Wartawan terpaksa mengenakan pakaian isolasi khusus untuk mewawancarai Lin dan sejumlah orang lain dari berbagai daerah di China.

Lin mengatakan, dirinya dulu chubby meski sekarang penampilannya hanya tinggal kulit dan tulang saja. Seluruh persendiannya juga tak bisa digerakkan. Pada 2008, ibunda Lin menerima transfusi darah di rumah sakit.

Setelah itu, ia selalu berkeringat di malam hari, tangan dan kaki mati rasa, sakit di sekujur tubuh, sendi yang selalu berbunyi, luka-luka di tangannya dan penurunan berat badan. Tanpa sengaja, di tahun yang sama, Lin terinfeksi karena kontak dengan darah ibunya.

Tepat dua pekan kemudian, Lin menderita sakit yang hampir sama. Ia juga muntah-muntah dan wajah kirinya bengkak. Setengah tahun, berat badan Lin turun dari 85 ke 52 kg. tiga bulan kemudian, istri dan anak Lin menderita gejala yang sama.

Lin sudah berkunjung ke setiap rumah sakit besar di Shanghai, namun tak ada diagnosis yang tepat. Tes HIV sudah dilakukan hingga delapan kali dan hasilnya selalu negatif. Akhirnya, Lin menemukan blog ‘The Negative Group’ yang anggotanya orang-orang seperti dirinya.

Dinas Kesehatan Guangdong melaporkan penderita sama di Beijing, Shanghai dan Guangdong. Pasien mengira terinfeksi HIV, namun gejalanya sama dan hasil tesnya selalu negatif. Kasus yang kini menyebar ke enam provinsi ini tengah diselediki Kementerian Kesehatan China.

Investigasi media menyebutkan, keluarga penderita juga terinfeksi dan lebih dari 30 pasien terinfeksi karena hubungan seksual. Beberapa ahli menyatakan mereka menderita fobia AIDS. Virus ini lebih berbahaya karena menular lewat seluruh cairan tubuh.

Ketika terinfeksi, sistem imunisasi terserang dan sel darah putih turun. Tubuh kehilangan kemampuan mempertahankan diri dari penyakit menular dan material asing. Pasien berhenti melalukan pencegahan ala AIDS karena hasil uji HIV negatif. Inilah yang membuat penularan terus meluas.

Sumber: INILAH.COM, 12 April 2011

Linked Posts:


Heboh! Penemu HIV Berkata HIV Bisa Hilang dengan Nutrisi

hiv bisa hilangDari sejak awal, para AIDS Denialist selalu menekankan bahwa AIDS sebenarnya bisa disembuhkan dengan nutrisi. Namun, para Pro AIDS dari perusahaan farmasi yang tidak ingin kehilangan penghasilan atas penjualan obat kimia menolak keras pandangan ini. Yang dikhawatiran oleh para penjual ARV (obat kimia khusus HIV) pun terjadi juga. Luc Montagnier, penemu HIV itu sendiri malah berkata bahwa HIV sebenarnya bisa hilang dengan perbaikan nutrisi (pengobatan alami).

Untuk lebih jelasnya, mari saya ajak Anda untuk menyimak wawancara menggemparkan antara Brent Leung dan Luc Montagnier. Anda bisa melihat wawancara ini di Youtube di link:

http://www.youtube.com/watch?v=WQoNW7lOnT4

Atau Anda juga bisa mengupasnya di artikel Connie Howard yang dimuat di Vue Weekly, 10 Desember 2009, berjudul “Well, Well, Well: Nutrition”.

Pesan Menggemparkan dari Luc Montagnier

Berikut wawancara menggemparkan tersebut, diambil dari situs Youtube tanpa sensor:

Brent Leung: You talked about oxidative stress earlier; is treating oxidative stress one of the best ways to deal with the African AIDS Epidemic?

Brent Leung: Anda berkata sebelumnya mengenai tekanan oksidatif, yaitu dengan menangani tekanan oksidatif adalah salah satu dari cara terbaik untuk mengatasi epidemi AIDS di Afrika?

Luc Montagnier: I think this is one way to approach, to decrease the rate of transmission because I believe HIV, we can be exposed to HIV many times without being chronically infected, our immune system will get rid of the virus within a few weeks, if you have a good immune system; and this also the problem of African people. Their nutrition is not very equilibrated, they are in oxidative stress, even if they are not infected with HIV; so their immune system doesn’t work well already. So it’s prone, it can you know, allow HIV to get in and persist.

Luc Montagnier: Saya pikir ini adalah salah satu cara yang perlu diadakan pendekatan, untuk mengurangi tingkat penyebaran karena saya percaya bahwa HIV – kita bisa terpapar HIV berulangkali tanpa terinfeksi secara kronis – sistem imun kita akan mengenyahkan virus tersebut dalam beberapa minggu, jika Anda memiliki sistem imun yang bagus. Dan ini juga jadi masalah bagi orang-orang Afrika. Nutrisi mereka sangat tidak seimbang, mereka mengalami tekanan oksidatif, walaupun mereka tidak terinfeksi oleh HIV; jadi sistem imun mereka tidak berfungsi dengan baik sejak dari awal (red: karena nutrisi tidak baik). Jadi ini mempermudah, Anda tahu, mengijinkan HIV untuk masuk dan tetap ada.

So there are many ways which are not the vaccine, the magic name, the vaccine, many ways to decrease the transmission just by simple measures of nutrition, giving antioxidants – proper antioxidants – hygiene measures, fighting the other infections.

Sebenarnya ada banyak cara dimana bukanlah vaksin, nama ajaibnya, vaksin, banyak cara untuk mengurangi transmisi hanya dengan penetapan sederhana seperti nutrisi, memberikan antioksidan tertentu, menjaga kebersihan, dan melawan infeksi-infeksi lainnya.

So they are not spectacular, but they could, you know, decrease very well the epidemic, to the level they are in occidental countries, western countries.

Mereka (red: cara-cara alami) tidaklah spektakular, tapi mereka mampu, Anda tahu, mengurangi epidemi dengan baik, sampai pada level epidemi di negara-negara barat.

Brent Leung: If you have a good immune system, then your body can naturally get rid of HIV?

Brent Leung: Jika Anda punya sistem imun yang baik, maka tubuh Anda dapat mengenyahkan HIV secara alami?

Luc Montagnier: Yes.

Luc Montagnier: Benar.

Brent Leung: Oh interesting. Do you think we should have more of a push for antioxidants, and things of that nature in Africa then antiretrovirals (AIDS Drugs)?

Brent Leung: Oh menarik. Apa Anda berpendapat bahwa kita sebaiknya lebih lagi menekankan akan pemanfaatan antioksidan dan pengobatan alami lainnya di Afrika daripada antiretroviral (obat AIDS)?

Luc Montagnier: We should push for more, you know, a combinations of measures; antioxidants, nutrition advice, nutritions, fighting other infections –malaria, tuberculosis, parasitosis, worms – education of course, genital hygiene for women, and men also. Very simple measures which not, not very expensive, but could do a lot. And this is my, actually my worry about the many spectacular action for the global funds to buy drugs and so on, and Bill Gates, and so on, for the vaccine.

Luc Montagnier: Kita harus lebih lagi menekankannya, Anda tahu, suatu kombinasi dari penetapan antiksidan, nutrisi, melawan infeksi lain – malaria, tuberculosis, parasitosis, cacingan – , tentu juga pendidikan, kebersihan genital (red: kelamin) bagi wanita dan pria. Penetapan-penetapan yang sangat sederhana, dimana sangat tidak mahal, namun sanggup berdampak banyak. Dan ini adalah, sebenarnya kekhawatiran saya mengenai aksi spektakular akan penggalian dana global untuk membeli obat-obatan dan lainnya, dan (red:yayasan) Bill Gates, serta hal-hal lainnya, untuk membeli vaksin.

But, you know those kind of measures are not very well funded, they’re not funded at all, or they are. You know, it really depends on local government to take choice of this, but local government they take advice of the scientific advisors from the intelligent institutions, and they don’t get this kind of advice very often.

Tapi Anda tahu bahwa penetapan-penetapan seperti itu (red: alami) tidak begitu didanai, mereka tidak didanai sama sekali, atau bisa juga didanai. Anda tahulah, ini tergantung dari pemerintah lokal untuk mengambil pilihan akan hal ini, tapi mereka – pemerintah lokal – mengambil saran dari para penasihat ilmiah di institusi-institusi intelijen, dan mereka tidak sering mendengarkan saran-saran seperti ini.

Brent Leung: Well, there’s no money in nutrition, right? There’s no profit.

Brent Leung: Ya karena dalam nutrisi tidak menghasilkan uang khan? Tidak ada keuntungan.

Luc Montagnier: There’s no profit, yes. Water is important. Water is key.

Luc Montagnier:Tidak ada keuntungan, ya. Air sangatlah penting. Airlah kuncinya.

Brent Leung: Now one thing you said, you were talking about the fact that if you have a built immune system, it is possible to get rid of HIV naturally. If you take a poor African who’s been infected and you build up their immune system, is it possible for them to also naturally get rid of it?

Brent Leung: Sekarang Anda katakan suatu hal, Anda berkata mengenai fakta bahwa jika Anda memiliki sistem imun yang kuat, adalah mungkin untuk mengenyahkan HIV secara alami (red: dengan sendirinya). Jika Anda mengambil seorang Afrika miskin yang telah terinfeksi (red:HIV positif) dan Anda menguatkan sistem imun-nya, apakah memungkinkan baginya untuk juga mengenyahkan HIV secara alami?

Luc Montagnier: I would think so.

Luc Montagnier: Saya pikir demikian.

Brent Leung: That’s an important, that’s an important point.

Brent Leung: Itu hal penting, suatu poin yang penting.

Luc Montagnier: That’s important knowledge which is completely neglected. People always think of drugs, and vaccine. So this is a message which may be different from what you heard before, no?

Luc Montagnier: Itu adalah pengetahuan penting yang telah diabaikan sepenuhnya. Orang-orang selalu berpikir akan obat-obatan dan vaksin. Jadi ini adalah suatu pesan yang bisa jadi berbeda dari apa yang pernah Anda dengar sebelumnya, bukankah demikian?

Brent Leung: The closing?

Brent Leung: Penutupannya?

Luc Montagnier: No, no, yes, my message, it’s different from what you heard from (Antony) Fauci or …

Luc Montagnier: Baiklah, pesan saya ini, ia berbeda dari apa yang Anda dengar dari (Antony) Fauci atau …

Brent Leung: Yes. It’s a little different.

Brent Leung: Ya, sedikit berbeda. (ungkapan bercanda karena Antony Fauci berpendapat bahwa HIV harus ditangani dengan obat-obatan antiretroviral dan tidak boleh dihentikan. Ia juga berpendapat bahwa HIV tidak bisa dihilangkan secara alami)

Luc Montagnier: Little different.

Luc Montagnier: Sedikit berbeda.

Sumber: Healindonesia.Wordpress.com

Linked Posts:

 


Propolis, obat kuno yang bisa memerangi AIDS

propolis untuk pengobatanSeolah-olah lebah tidak pernah cukup berbuat bagi kita, Peneliti Universitas Minesota telah merekrut serangga-seranga yang sibuk ini dalam memerangi AIDS. Lebah mengumpulkan getah tanaman yang menghambat pertumbuhan virus AIDS di laboratorium budaya, dan para peneliti mengeksplorasi potensi sebagai sumber baru obat anti-HIV.

Propolis secara medic telah digunakan sejak dahulu kala. Propolis untuk membantu mengendalikan bakteri, peradangan, infeksi jamur, dan virus, dan Anda dapat membelinya secara komersial dalam berbagai formulasi.

” Propolis sebenarnya resin dari pohon-pohon tertentu – birch, poplar, beberapa tumbuhan runjung,” kata pakar lebah Marla Spivak, profesor entomologi di U. “Lebah mengambilnya di kaki belakang mereka dan menggunakannya untuk menutup pintu-pintu masuk ke sarang dan untuk menambal celah-celah di dalam sarang. ” Berkat propolis, sarang lebah adalah salah satu lingkungan yang paling steril di Bumi – hal yang baik untuk sebuah hunian dengan ribuan penduduk.

Menurut Phil Peterson, Profesor Kedokteran dan Direktur Divisi Penyakit Menular dan Kedokteran Internasional dari Universitas Minesota, kebutuhan terhadap obat AIDS baru tidak lebih mendesak.

Peneliti Lana Barkawi telah menemukan beberapa aktivitas anti-HIV paling kuat dalam propolis dari Minnesota tenggara dan utara dan dari Cina.

“Sekitar 36 juta orang terinfeksi HIV (virus AIDS), dan 20 juta telah meninggal karena AIDS,” katanya. “Tujuh puluh lima persen kematian terjadi di sub-Sahara Afrika, tetapi epidemi ini cepat beralih ke India dan Asia Tenggara. Setiap hari ada 16.000 infeksi baru.”

Sekitar setahun yang lalu, HIV sudah melampaui tuberculosis (TB) sebagai penyakit menular  nomor satu di dunia. TB tetap menempati posisi teratas infeksi oportunistik pada pasien HIV, bagaimanapun, dan hal itu akan mendatangkan malapetaka di tempat-tempat seperti India dan negara-negara berkembang , di mana sanitasi dan akses perawatan kesehatan secara baik kebanyakan masih rendah.

Di banyak negara, biaya terapi obat AIDS saat ini masih mahal. Tiga-obat “koktail” yang merevolusi pengobatan AIDS di negara maju biayanya $ 10,000 per tahun di Amerika Serikat, kata Peterson. Di India, di mana formulasi obat generik obat tersedia, biayanya $ 180 per tahun, tetapi untuk sebuah negara yang pendapatan rata-rata adalah $ 400 per tahun, harga tersebut masih cukup mahal..

Di Universitas, berlomba-lomba untuk mendokumentasikan fungsi-fungsi anti-HIV yang sepsifik dari propolis, menentukan komponen-komponen mana saja yang aktif, dan menemukan wilayah geografis di mana propolis paling efektif dibuat, semua dengan harapan akan menemukan sebuah obat yang efektif tetapi murah .

Peterson dan rekan-rekannya telah meneliti kemampuan propolis untuk menghalang infeksi HIV. HIV merusak sistem kekebalan dengan cara menginfeksi sel darah putih yang disebut limfosit CD4, sel-sel yang secara normal seharusnya menghancurkan virus. HIV juga menyerang sel-sel otak yang disebut microglia, yang membantu melawan infeksi pada sistem saraf.

Para peneliti menumbuhkan sel-sel dalam kultur dengan jumlah propolis yang bervariasi dan menambahkan HIV. Mereka menemukan bahwa semakin banyak propolis, semakin kurang HIV tumbuh di dalam sel. Bukti tersebut menunjukkan bahwa propolis mencegah virus memasuki sel. Propolis juga sepertinya bekerja secara sinergis dengan obat AIDS AZT.

University’s Center for Drug Design – yang dipimpin oleh Robert Vince, pengembang utama obat AIDS ABC – juga terlibat dalam upaya tersebut. Sebagai contoh, senior associate director Ramaiah Muthyala telah menemukan bahwa propolis menghambat enzim yang membantu HIV mengeram dalam genom sel inang. Propolis juga menghambat enzim yang membantu virus bereplikasi. Pengujian dilakukan oleh Jay Brownell, yang mencatat bahwa propolis menghambat enzim ini jauh lebih baik daripada beberapa obat-obatan yang digunakan secara klinis, seperti amprenavir dan indinavir. Upaya utama Muthyala mengetengahkan pada identifikasi struktur kimia komponen aktif dalam propolis – sekali ini terisolasi – dan mengembangkan sarana mensintesis molekul aktif tersebut di laboratorium.

Hasil-hasil penelitian ini menggembirakan, tapi banyak yang masih harus dilakukan. Untuk mengenali keragaman pohon-pohon dan lebah, Lana Barkawi,  yang bekerja pada Laboratorium entomologi Profesor Jerry Cohen, sedang melakukan pengujian propolis dari seluruh dunia. Dia telah menemukan beberapa aktivitas anti-HIV terkuat dalam propolis dari Minnesota tenggara dan utara dan dari Cina. Cohen dan Barkawi juga berusaha untuk mengidentifikasi substansi di dalam propolis yang bertanggung jawab atas sifat anti-HIV.

“Jika Anda ingin mendapatkan ini disetujui oleh FDA, Anda harus membakukannya (standarisasi)” kata Peterson. “Kami percaya itu sangat penting untuk menemukan bahan-bahan aktif dalam propolis.”

Proyek propolis tersebut adalah contoh dari penelitian interdisipliner Universitas yang didukung oleh Pusat Kesehatan Tumbuhan dan Manusia. Direktur Pusat Gary Gardner juga merupakan anggota aktif dari tim propolis ini. Pekerjaan ini didanai oleh bantuan dana hibah sebesar $ 32.000 dari Graduate School.

Sumber: UMNews 24 Mei 2004 (University of Minesota)

Linked Posts: