7 Hal ini mampu merusak sistem metabolisme tubuh

sistem metabolismeSistem metabolisme diperlukan dalam peningkatan kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan. Sistem metabolisme menyangkut dalam hal menjaga kestabilan berat badan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, hingga menyehatkan sistem pencernaan Anda.

Namun dalam kehidupan sehari-hari, ada beberapa kebiasaan yang dapat merusak sistem metabolisme tubuh Anda. Berikut adalah beberapa kebiasaan buruk yang mampu merusak sistem metabolisme tubuh seperti yang dilansir dari womenshealthmag.com.

Tidak cukup minum air

Tubuh Anda memerlukan banyak air agar semua sistem tubuh Anda dapat berfungsi dengan baik. Begitu pula agar sistem kekebalan tubuh Anda berjalan dengan baik, maka Anda harus banyak mengonsumsi air putih.

Kurang mengonsumsi vitamin D

Ketika Anda kekurangan vitamin D, maka proses turunnya berat badan Anda akan lebih lambat sebab hormon ghrelin Anda meningkat. Meningkatkan hormon ghrelin dapat membuat napsu makan Anda meningkat.

Anda hanya melakukan kardio

Olahraga memang baik, namun hanya melakukan olahraga kardio justru dapat merusak sistem metabolisme tubuh Anda. Oleh karena itu kombinasikan latihan kardio Anda dengan latihan beban.

Sering ngemil di malam hari

Kebiasaan untuk ngemil terutama makanan yang tidak sehat di malam hari dapat memperlambat sistem metabolisme Anda. Oleh karena saat Anda merasa lapar di malam hari, konsumsilah camilan yang sehat.

Kurang tidur

Kurang tidur juga akan menurunkan sistem metabolisme Anda terutama melemahkan proses produksi hormon kortisol. Proses ini mampu membuat berat badan Anda meningkat.

Stres

Stres tidak hanya membuat Anda sakit dan depresi, namun juga dapat membuat sistem metabolisme tubuh Anda menurun. Oleh karena itu saat merasa stres, lakukan beberapa hal untuk mengurangi stres Anda.

Banyak mengonsumsi makanan olahan

Makanan olahan kaya akan zat kimia dan pengawet yang dapat merusak sistem metabolisme tubuh Anda. Sehingga perbanyaklah konsumsi makanan sehat dan segar seperti sayur dan buah.

Sistem metabolisme tubuh diperlukan agar kesehatan tubuh Anda tetap stabil. Oleh karena itu hindari hal di atas agar sistem metabolisme tubuh Anda tidak menurun. [Rep. By: Febrianti Diah Kusumaningrum]

Sumber: Merdeka.com – 11 Feb 2014,

Linked Posts:

 

 


Antioksidan Itu Penting Untuk Menjaga Kesehatan !

antioksidan untuk kesehatan

antioksidan untuk kesehatan

Antioksidan adalah segala bentuk substansi yang pada kadar rendah secara bermakna dapat mencegah atau memperlambat proses oksidasi (proses di mana terjadi pengurangan jumlah electron dalam reaksi kimia). Kondisi oksidasi dapat menyebabkan kerusakan protein dan DNA, kanker, penuaan, dan penyakit lainnya.

Ada dua factor yang sangat berperan dalam proses penuaan, yaitu factor internal dan eksternal. Faktor internal berasal dari dalam tubuh sendiri seperti bertambahnya umur, genetic, rasial, dan hormonal. Faktor internal ini sangat sulit dicegah, karena akan terbentuk secara alami. Sementara factor eksternal (berasal dari luar) yang menyebabkan penuaan dini adalah sinar ultra violet, polusi, dan udara kering.

Seiring dengan bertambahnya umur, kondisi tubuh akan menjadi tua dan menyebabkan terjadinya penurunan produksi zat antioksidan dalam tubuh. Dengan demikian, tubuh akan kekurangan tenaga, sering sakit-sakitan, terkena stroke, bahkan terjadi pergeseran pembuluh darah dan penyakit lainnya. Pada umur 40-an, produksi anti oksidan dalam tubuh hanya 50 persen dan pada umur 60-70-an akan turun menjadi 5-10 persen. Untuk itu asupan antioksidan dari luar sangat dibutuhkan.

Antioksidan merupakan senyawa penting dalam menjaga kesehatan tubuh, karena berfungsi sebagai penangkap radikal bebas yang banyak terbentuk dalam tubuh. Radikal bebas adalah spesies yang tidak stabil karena memiliki elektron yang tidak berpasangan dan mencari pasangan elektron dalam makromolekul biologi.  Tubuh manusia menghasilkan senyawa antioksidan, tetapi tidak cukup kuat untuk berkompetisi dengan radikal bebas yang dihasilkan setiap hari oleh tubuh sendiri.  Kekurangan antioksidan dalam tubuh membutuhkan asupan dari luar.

Peran Antioksidan dalam kesehatan

Tubuh dikatakan berfungsi secara normal bila pernafasan berlangsung dengan baik dan beraktifitas fisik dilakukan secara normal. Kebiasaan hidup, seperti merokok dapat menghasilkan senyawa-senyawa radikal bebas yang tidak diinginkan dalam tubuh dan akan menyerang sel-sel tubuh yang sehat. Sel-sel sehat menjadi lemah, tubuh akan mudah terkena penyakit-penyakit tidak diinginkan seperti gangguan jantung dan kanker.

Antioksidan seperti vitamin, E dan karotenoid (beta-karoten, likopen, dan lutein) mempunyai peran yang cukup penting dalam membantu pencegahan kerusakan sel-sel sehat akibat adanya radikal bebas tersebut. Bila mulai menerapkan pola hidup sehat akan sangat membantu tubuh dalam mengurangi resiko keracunan akibat radikal bebas (stress oksidatif). Banyak mengkonsumsi buah dan sayuran sangat dianjurkan untuk mencukupi asupan antioksidan dari luar.

Linked Posts:

Lihat video di http://www.youtube.com/watch?v=cj2yugIg9Pw Bagaimana radikal bebas merusak sel dan jaringan dalam tubuh … dan bagaimana antioksidan bisa membantu memulihkan kesehatan sel dan jaringan tubuh.


Rokok vs Ekonomi: Mitos dan Fakta

rokok vs ekonomiMitos:
Industri rokok memberikan kontribusi pemasukan negara dengan jumlah besar.

Fakta:
Negara membayar biaya lebih besar untuk rokok dibanding dengan pemasukan yang diterimanya dari industri rokok. Penelitian dari World Bank telah membuktikan bahwa rokok merupakan kerugian mutlak bagi hampir seluruh negara. Pemasukan yang diterima negara dari industri rokok (pajak dan sebagainya) mungkin saja berjumlah besar, tapi kerugian langsung dan tidak langsung yang disebabkan konsumsi rokok jauh lebih besar.

Biaya tinggi harus dikeluarkan untuk membayar biaya penyembuhan penyakit yang disebabkan oleh rokok, absen dari bekerja, hilangnya produktifitas dan pemasukan, kematian prematur, dan juga membuat orang menjadi miskin lebih lama karena mereka menghabiskan uangnya untuk membeli rokok.

Biaya besar lainnya yang tidak mudah untuk dijabarkan termasuk berkurangnya kualitas hidup para perokok dan mereka yang menjadi perokok pasif. Selain itu penderitaan juga bagi mereka yang harus kehilangan orang yang dicintainya karena merokok. Semua ini merupakan biaya tinggi yang harus ditanggung.

Mitos:
Mengurangi konsumsi rokok merupakan isu yang hanya bisa diatasi oleh negara-negara kaya.

Fakta:
Sekarang ini kurang lebih 80% perokok hidup di negara berkembang dan angka ini sudah tumbuh pesat dalam beberapa dekade saja. Diperkirakan pada tahun 2020, 70% dari seluruh kematian yang disebabkan rokok akan terjadi di negara-negara berkembang, naik dari tingkatan sekarang ini yaitu 50%. Ini berarti dalam beberapa dekade yang akan datang negara-negara berkembang akan berhadapan dengan biaya yang semakin tinggi untuk membiayai perawatan kesehatan para perokok dan hilangnya produktifitas.

Mitos:
Pengaturan yang lebih ketat terhadap industri rokok akan berakibat hilangnya pekerjaan di tingkat petani tembakau dan pabrik rokok.

Fakta:
Prediksi mengindikasikan dengan jelas bahwa konsumsi rokok global akan meningkat dalam tiga dekade ke depan, walau dengan penerapan pengaturan tembakau di seluruh dunia. Memang dengan berkurangnya konsumsi rokok, maka suatu saat akan mengakibatkan berkurangnya pekerjaan di tingkat petani tembakau. Tapi ini terjadi dalam hitungan dekade, bukan semalam. Oleh karenanya pemerintah akan mempunyai banyak kesempatan untuk merencanakan peralihan yang berkesinambungan dan teratur.

Para ekonom independent yang sudah mempelajari klaim industri rokok, berkesimpulan bahwa industri rokok sangat membesar-besarkan potensi kehilangan pekerjaan dari pengaturan rokok yang lebih ketat. Di banyak negara produksi rokok hanyalah bagian kecil dari ekonomi mereka. Penelitian yang dilakukan oleh World Bank mendemonstrasikan bahwa pada umumnya negara tidak akan mendapatkan pengangguran baru bila konsumsi rokok dikurangi. Beberapa negara malah akan memperoleh keuntungan baru karena konsumen rokok akan mengalokasikan uangnya untuk membeli barang dan jasa lainnya. Hal ini tentunya akan membuka kesempatan untuk terciptanya lapangan kerja baru.

Mitos:
Pemerintah akan kehilangan pendapatan jika mereka menaikan pajak terhadap industri rokok karena makin sedikit orang yang akan membeli rokok.

Fakta:
Bukti sudah jelas: perhitungan menunjukkan bahwa pajak yang tinggi memang akan menurunkan konsumsi rokok tetapi tidak mengurangi pendapatan pemerintah, malah sebaliknya. Ini bisa terjadi karena jumlah turunnya konsumen rokok tidak sebanding dengan besaran kenaikan pajak. Konsumen yang sudah kecanduan rokok biasanya akan lambat menanggapi kenaikan harga (akan tetap membeli). Lebih jauh, jumlah uang yang disimpan oleh mereka yang berhenti merokok akan digunakan untuk membeli barang-barang lain (pemerintah akan tetap menerima pemasukan). Pengalaman mengatakan bahwa menaikan pajak rokok, betapapun tingginya, tidak pernah menyebabkan berkurangnya pendapatan pemerintah.

Mitos:
Pajak rokok yang tinggi akan menyebabkan penyelundupan.

Fakta:
Industri rokok sering beragumentasi bahwa pajak yang tinggi akan mendorong penyelundupan rokok dari negara dengan pajak rokok yang lebih rendah, yang ujungnya akan membuat konsumsi rokok lebih tinggi dan mengurangi pendapatan pemerintah.

Walaupun penyelundupan merupakan hal yang serius, laporan Bank Dunia tahun 1999 Curbing the Epidemic tetap menyimpulkan bahwa pajak rokok yang tinggi akan menekan konsumsi rokok serta menaikan pendapatan pemerintah. Langkah yang tepat bagi pemerintah adalah memerangi kejahatan dan bukannya mengorbankan kenaikan pajak pada rokok.

Selain itu ada klaim-klaim yang mengatakan bahwa industri rokok juga terlibat dalam penyelundupan rokok. Klaim seperti ini patut disikapi dengan serius.

Mitos:
Kecanduan rokok sudah sedemikian tinggi, menaikan pajak rokok tidak akan mengurangi permintaan rokok. Oleh karenanya menaikan pajak rokok tidak perlu.

Fakta:
Menaikan pajak rokok akan mengurangi jumlah perokok dan mengurangi kematian yang disebabkan oleh rokok. Kenaikan harga rokok akan membuat sejumlah perokok untuk berhenti dan mencegah lainnya untuk menjadi perokok atau mencegah lainnya menjadi perokok tetap. Kenaikan pajak rokok juga akan mengurangi jumlah orang yang kembali merokok dan mengurangi konsumsi rokok pada orang-orang yang masih merokok. Anak-anak dan remaja merupakan kelompok yang sensitif terhadap kenaikan harga rokok oleh karenanya mereka akan mengurangi pembelian rokok bila pajak rokok dinaikan.

Selain itu orang-orang dengan pendapat rendah juga lebih sensitif terhadap kenaikan harga, oleh karenanya kenaikan pajak rokok akan berpengaruh besar terhadap pembelian rokok di negara-negara berkembang.

Model yang dikembangkan oleh Bank Dunia dalam laporannya Curbing the Epidemic menunjukan kenaikan kenaikan harga rokok sebanyak 10% karena naiknya pajak rokok, akan membuat 40 juta orang yang hidup di tahun 1995 untuk berhenti merokok dan mencegah sedikitnya 10 juta kematian akibat rokok.

Mitos:
Pemerintah tidak perlu menaikan pajak rokok karena akan kenaikan tersebut akan merugikan konsumer berpendapatan rendah.

Fakta:
Perusahaan rokok beragumen bahwa harga rokok tidak seharusnya dinaikan karena bila begitu akan merugikan konsumen berpendapatan rendah. Tetapi, penelitian menunjukkan bahwa masyarakat berpendapatan rendah merupakan korban rokok yang paling dirugikan. Karena rokok akan memperberat beban kehidupan, meningkatkan kematian, menaikan biaya perawatan kesehatan yang harus mereka tanggung dan gaji yang terbuang untuk membeli rokok.

Masyarakat berpendapatan rendah paling bisa diuntungkan oleh harga rokok yang mahal karena akan membuat mereka lebih mudah berhenti merokok, mengurangi, atau menghindari kecanduan rokok karena makin terbatasnya kemampuan mereka untuk membeli. Keuntungan lain dari pajak rokok yang tinggi adalah bisa digunakan untuk program-program kesejahteraan masyarakat miskin.

Mitos:
Perokok menanggung sendiri beban biaya dari merokok.

Fakta:
Perokok membenani yang bukan perokok. Bukti-bukti biaya yang harus ditanggung bukan perokok seperti biaya kesehatan, gangguan, dan iritasi yang didapatkan dari asap rokok.

Ulasan di negara-negara kaya mengungkapkan bahwa perokok membebani asuransi kesehatan lebih besar daripada mereka yang tidak merokok (walaupun usia perokok biasanya lebih pendek). Apabila asuransi kesehatan dibayar oleh rakyat (seperti jamsostek) maka para perokok tentunya ikut membebankan biaya akibat merokok kepada orang lain juga.

source : http://www.seatca.org/upload_resource/202.doc

Linked Post:


Dampak Ekonomi dari Rokok – Rokok Sebenarnya Bikin Negara Tekor

dampak ekonomi dari rokokJakarta. Dampak Ekonomi Dari Rokok. Banyak yang berpendapat bahwa sulitnya mengendalikan tembakau karena pemerintah mendapatkan pemasukan yang sangat besar dari rokok. Padahal jika dihitung-hitung, rokok justru membuat negara rugi alias tekor.

Pelaksana Tugas Menteri Kesehatan, Prof. dr. Ali Gufron Mukti, MSc, Ph.D menuturkan bahwa sebenarnya biaya yang dikeluarkan untuk rokok, termasuk biaya kesehatan dan hilangnya produktivitas karena sakit, tidak sebanding bahkan jauh lebih besar ketimbang cukai yang diterima oleh negara.

Bila dihitung, cukai rokok tahun 2010 sekitar 50 triliun dan naik menjadi 70 triliun di tahun 2011. Sedangkan biaya yang harus dikeluarkan untuk rokok dan akibat-akibatnya, bisa mencapai 230 triliun.

“Secara negara dan bangsa khususnya mengalami kerugian. Hitung-hitungannya kita bisa lihat berapa biaya yang dikeluarkan untuk rokok sehari, sebulan, setahun. Kemudian berapa yang sakit, berapa biaya produktivitas yang hilang karena sakit, kemudian biaya dari keluarga. Nah semuanya itu, lebih kurang 230 triliun, sementara kita lihat pajak itu sekitar 70 triliun,” ujar Prof. dr. Ali Gufron Mukti, MSc, Ph.D, Pelaksana Tugas Menteri Kesehatan, disela-sela acara Penyerahan WHO World No Tobacco Day Award untuk Alm Mantan Menkes Endang Sedyaningsih di Kantor Kemenkes, Jakarta, Rabu (13/6/2012).

Biaya langsung dan tidak langsung yang dikeluarkan untuk rokok bahkan lebih dari 3 kali lipat dari cukai yang diterima oleh negara. Ini artinya, rokok membuat negara rugi.

Disisi lain, banyak orang yang enggan berhenti merokok karena bahaya kesehatan yang mengancam tidak datang secara langsung, melainkan secara perlahan. Apalagi harga rokok di Indonesia terbilang murah jika dibandingkan negara lain.

Padahal rokok tidak memiliki manfaat kesehatan sama sekali. Bahkan jika dihitung-hitung, biaya yang dikeluarkan untuk membakar rokok selama 10 tahun sudah bisa dipakai untuk membiayai berangkat haji ke tanah suci.

“Harusnya harga rokok memang disesuaikan ya, sehingga anak kecil dan yang sebetulnya tidak mampu tidak memaksakan diri, kemudian uangnya habis untuk rokok,” tutup Prof. Ali Gufron.

Sumber: detik.com, tgl. 13 Juni 2012

Linked Posts:


Virus Hepatitis A Menyerang Lagi

waspada hepatitis a Waspada Hepatitis A. Virus hepatitis A kembali merebak di area sekolah di Kota Depok, Jawa Barat. Kali ini virus menyerang 10 siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Depok. Dua siswa di antaranya dinyatakan positif mengidap virus itu, sementara delapan siswa dalam status terduga terserang hepatitis A.
Merebaknya serangan hepatitis A terjadi ketika seorang pelajar kelas 12 IPA 3 mengeluh sakit, lemas, dan tidak masuk sekolah pada 22 November 2011. Setelah itu, siswa lain juga sakit.

”Setelah mendapat laporan pada Senin (5/12), saya langsung berkoordinasi dengan dinas pendidikan, dinas kesehatan, dan puskesmas terdekat. Saat ini tim puskesmas sedang memantau perkembangan kesehatan anak- anak,” kata Kepala SMAN 4 Dede Agus, Kamis.

Dede mengatakan, mereka yang terserang dan terduga terserang hepatitis A berasal dari siswa kelas 10, 11, dan 12. Untuk mengantisipasi meluasnya perkembangan virus, Rabu, Puskesmas Sukatani, Kecamatan Tapos, menggelar penyuluhan ke sekolah. Tujuannya, agar serangan hepatitis seperti yang terjadi di SMKN 2 Depok pada awal November lalu tidak terulang.

Petugas Puskesmas Sukatani juga memeriksa siswa yang mengeluh sakit. ”Sementara ini baru siswa yang sakit. Belum ada laporan guru yang mengeluhkan kesehatannya,” kata Dede.

Bagi siswa yang statusnya positif dan terduga hepatitis A, kata Dede, pihak sekolah mengizinkan mereka tidak masuk sekolah meskipun saat ini ada ujian semester. Tim kesehatan Puskesmas Sukatani memeriksa siswa untuk mengetahui asal serangan hepatitis A.

Aktivitas belajar berjalan

Pelaksana Harian Sekretaris Dinas Pendidikan Depok Siti Chaerijah membenarkan informasi itu. Namun, dia belum menerima rekomendasi apa pun terkait serangan hepatitis A di SMAN 4 Depok. Hingga Kamis, aktivitas belajar-mengajar di sekolah itu tetap berlangsung.

SMAN 4 Depok berada di Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos. SMA ini memiliki 34 ruangan (27 di antaranya ruangan kelas), dengan 1.076 siswa dan 56 guru.

Awal November lalu, hepatitis A menyerang siswa dan guru SMKN 2 Depok. Dalam waktu kurang dari satu bulan, terdapat 90 orang yang terserang penyakit itu.

Terkait peristiwa ini (waspada hepatitis a), Wali Kota Depok Nur Mahmudi Isma’il menetapkan kejadian luar biasa.

Pemerintah Kota Depok meliburkan kegiatan belajar-mengajar di SMKN 2 Depok dan dua sekolah dasar negeri di sekitar sekolah itu selama seminggu. Tim Dinas Kesehatan Kota Depok menduga penyebab serangan hepatitis karena pola makan siswa dan guru tidak sehat. (NDY)

Sumber: Kompas.com tanggal 9 Desember 2011
Waspada Hepatitis a
Linked Posts :