Parotitis Atau Mumps – Penyakit Gondongan

gejala penyakit gondongan

penyakit gondongan

Parotitis atau Mumps atau Penyakit Gondongan adalah penyakit karena infeksi virus Paramyxovirus RNA yang menyerang beberapa lokasi diantaranya kelenjar ludah (parotis) di bawah lidah, kelenjar ludah di bawah rahang dan dibawah telinga. Gondongan sangat mudah menular melalui percikan air ludah pembawa virus, melalui kontak langsung, bahan muntah, mungkin dengan urin.

Gondongan cenderung menyerang anak-anak yang berumur 2-12 tahun. Penyakit gondongan sangat jarang ditemukan pada anak yang berumur kurang dari 2 tahun, hal tersebut karena umumnya mereka masih memiliki atau dilindungi oleh anti bodi yang baik. Seseorang yang pernah menderita penyakit gondongan, maka dia akan memiliki kekebalan seumur hidupnya.

Pada orang dewasa, infeksi virus mumps ini bisa menyerang testis (buah zakar), sistem saraf pusat, pankreas, prostat, payudara dan organ lainnya.

Penyakit Gondongan memiliki masa inkubasi sekitar 12-24 hari dengan rata-rata 17-18 hari. Tidak semua orang yang terinfeksi oleh virus Paramyxovirus mengalami keluhan, bahkan sekitar 30-40% penderita tidak menunjukkan tanda-tanda sakit (subclinical)

Tanda dan Gejala Penyakit Gondongan dapat di gambarkan sebagai berikut:

  1. Pada tahap awal (1-2 hari) penderita Gondongan mengalami gejala: demam (suhu badan 38.5 – 40 derajat celcius), sakit kepala, nyeri otot, kehilangan nafsu makan, nyeri rahang bagian belakang saat mengunyah dan adakalanya disertai kaku rahang (sulit membuka mulut).
  2. Selanjutnya terjadi pembengkakan kelenjar di bawah telinga (parotis) yang diawali dengan pembengkakan salah satu sisi kelenjar kemudian kedua kelenjar mengalami pembengkakan.
  3. Pembengkakan biasanya berlangsung sekitar 3 hari kemudian berangsur mengempis.
  4. Kadang terjadi pembengkakan pada kelenjar di bawah rahang (submandibula) dan kelenjar di bawah lidah (sublingual). Pada pria akil baliq adakalanya terjadi pembengkakan buah zakar (testis) karena penyebaran melalui aliran darah.

Komplikasi Akibat Penyakit Gondongan

Hampir semua anak yang menderita gondongan akan pulih total tanpa penyulit, tetapi kadang gejalanya kembali memburuk setelah sekitar 2 minggu. Keadaan seperti ini dapat menimbulkan komplikasi, dimana virus dapat menyerang organ selain kelenjar liur. Hal tersebut mungkin terjadi terutama jika infeksi terjadi setelah masa pubertas.

Dibawah ini komplikasi yang dapat terjadi akibat penanganan atau pengobatan yang kurang dini

  1. Orkitis : peradangan pada salah satu atau kedua testis. Setelah sembuh, testis yang terkena mungkin akan menciut. Jarang terjadi kerusakan testis yang permanen sehingga terjadi kemandulan.
  2. Ovoritis : peradangan pada salah satu atau kedua indung telus. Timbul nyeri perut yang ringan dan jarang menyebabkan kemandulan.
  3. Ensefalitis atau meningitis : peradangan otak atau selaput otak. Gejalanya berupa sakit kepala, kaku kuduk, mengantuk, koma atau kejang. 5-10% penderita mengalami meningitis dan kebanyakan akan sembuh total. 1 diantara 400-6.000 penderita yang mengalami enserfalitis cenderung mengalami kerusakan otak atau saraf yang permanen, seperti ketulian atau kelumpuhan otot wajah.
  4. Pankreatitis : peradangan pankreas, bisa terjadi pada akhir minggu pertama. Penderita merasakan mual dan muntah disertai nyeri perut. Gejala ini akan menghilang dalam waktu 1 minggu dan penderita akan sembuh total.
  5. Peradangan ginjal bisa menyebabkan penderita mengeluarkan air kemih yang kental dalam jumlah yang banyak
  6. Peradangan sendi bisa menyebabkan nyeri pada satu atau beberapa sendi.

Penanganan Penyakit Gondongan

Penyakit Gondongan (Parotitis atau Mumps ) dapat sembuh dengan sendirinya dengan perbaikan kondisi tubuh, mengkonsumsi makanan yang bergizi serta minum yang cukup
Pemberian obat-obatan seperti penurun panas serta obat batuk pilek sangat membantu proses penyembuhan.

Pencegahan Penyakit Gondongan

Pada anak-anak pencegahan penyakit gondongan (parotitis atau mumps) dapat dilakukan dengan immunisasi MMR (mumps, morbili, rubella) atau Trimovax dan immunisasi ini diberikan pada anak yang berusia 15 bulan. Pada usia yang lebih besar pun dapat dilakukan immunisasi asal belum pernah terkena.

Linked Posts: