Antibiotika Alami Dan Benteng Pertahanan Kesehatan Tubuh

Posts Tagged ‘penderita stroke’

Pulih Dari Stroke

No Comments

Pulih Dari Stroke Dengan Melia Propolis

Pulih Lebih Cepat Dari Stroke Berat
Pak Risal, Wamena,Papua
Bulan lalu saya mengalami stroke berat, bibir bagian bawah miring kesamping sehingga sulit untuk berbicara dan berjalan bagaikan robot. Kemudian diperkenalkan Propolis yang saya konsumsi 3×7 tetes per hari. Reaksinya luarbiasa, dalam tempo kurang dari sebulan bibir saya lurus kembali dan bisa jalan normal kembali. Saya sangat gembira,ingin rasanya saya telan Propolis tersebut dengan botol-botolnya.

Pak Lubis,60 tahun, Kenangan-Cilegon
Mulanya Bapak Anju Parapat ragu memberikan Propolis ke Pak Lubis yang baru pulang opname dari rumah sakit karena stroke pada lengan dan kakinya. Namun setelah mengkonsumsi selama sebulan : 3×10 tetes Melia Propolis, Pak Lubis merasa jauh lebih sehat dan lebih kuat dalam melakukan aktifitasnya sehari-hari. Berkat Tuhan dg sarananya propolis Pak Lubis pulih lebih cepat dari perkiraan dokter. ” Saya ingin membagikan pengalaman yang luar biasa ini kepada teman-teman saya yang sedang sakit”, katanya sewaktu acara Opp di Cilegon tanggal 25 Juni 2006.

Linked Posts: Stroke ; Mengobati Penderita Stroke

Mengobati Penderita Stroke

No Comments

Mengobati Penderita Stroke

Pak Adang dan Bu Arum

Pak Adang dan Bu Arum (isteri) bergabung menjadi member Melia Nature Indonesia, dengan meminjam satu paket propolis. Pak Adang bergabung pada hari Kamis, 21 Feburari 2008. Dengan modal produk pinjaman itu bersama Isterinya langsung memasarkan eceran. “Pasien” pertama yang diberi adalah uwaknya sendiri, Ibu Marsi yang menderita stroke berat. Tidak bisa berjalan dan tidak bisa bicara.

Ibu Marsi mengonsumsinya dengan teratur 3 kali sehari 5 tetes, sesuai petunjuk di brosur. Setelah mengonsumsi 4 hari, berarti baru 60 tetes (setengah botol), telah menunjukkan kesembuhan yang menakjubkan. Ibu Marsi sekarang sudah bisa berjalan dan berbicara jelas. Suatu penyembuhan yang sangat cepat dan murah untuk penderita stroke. Selain sembuh dari ‘kelumpuhan’ dan ‘kebisuan’ Ibu Marsi juga mengalami peningkatan nafsu makan. Hasilnya, Ibu Marsi semakin terlihat cerah dan segar.

Selain kepada Ibu Marsi – uwaknya – Ibu Arum juga menawarkan kepada tetangganya yang penderitaan Stroke-nya lebih parah. Beliau adalah Ibu Etih. Ibu Etih, selain tidak bisa bicara, kelumpuhannya lebih parah dibanding Ibu Marsi… Maka selain diberi Propolis, Ibu Etih dianjurkan untuk mengonsumsi Biyang Spray… Hasilnya juga luar biasa. Dalam 3 hari mengunsumsi kedua produk PT MNI itu, sekarang Ibu Etih sudah merasa semakin “lemas” pipinya, meskipun suaranya belum pulih, beliau sudah merasa sangat senang. Ketika kami menengoknya, berkali-kali beliau menepuk-nepuk pipinya dan “mulut” seakan mengucap “hatur nuhun Bu… hatur nuhum“. Nafsu makan Ibu Etih juga meningkat tajam, sehari makan 4 kali.

Lekas bertambah baik, Ya Bu Etih.. Bu Marsi…. dan selamat serta sukses kepada Pak Adang dan Bu Arum… bahagia rassanya dapat menyaksikan orang lain sembuh atau berkurang penderitaannya dari penyakit.

Kedua kesaksian diatas menunjukkan khasiat Propolis sebagai penyembuh yang luar biasa. Barangkali benar apa yang sering disampaikan oleh para member senior PT MNI, bahwa propolis mengandung bioflavonoids, asam amino, mineral dan vitamin. Kandungan bioflavonoids propolis setara dengan kandungan bioflavonoids dalam 500 butir jeruk. Khasiatnya mampu mengikis endapan-endapan dalam pembuluh darah kapiler, juga memperbaiki (melemaskan) sel-sel jaringan pembuluh itu. Semakin yakin dengan isyarah yang disampaikan dalam Surah An-Nahl (QS 16) ayat 69….

Yang ingin berkomunikasi langsung dengan Bapak Adang dan Ibu Arum:
alamat: KP Cibeureum Tengah RT 02 RW 02 Sinarsari, Dramaga – Bogor 16680

Linked Posts: Hipertensi | Mengatasi Hipertensi | Stroke | Pulih Dari Stroke | Propolis | Apa Itu Propolis ? | Propolis Bagi Kesehatan | Melia Propolis

Hipertensi Dan Stroke

No Comments

Hipertensi dan Stroke Masuk Desa-desa

Hipertensi dan Stroke ternyata bukan monopoli orang kota dan orang berada. Masyarakat pedesaan sekarang sudah banyak yang menderita penyakit hipertensi dan stroke. Seperti yang dirilis oleh Kompas.com tgl 26 Agustus “Penyakit Hipertensi dan Stroke Rambah Masyarakat Pedesaan”

MAGELANG, KOMPAS.com – Penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, dan stroke, juga banyak diderita oleh masyarakat pedesaan di Kabupaten Magelang. Hal ini diperkirakan terjadi karena kesalahan pola makan akibat kesulitan ekonomi dan krisis keuangan.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang Bambang Sugiyanto mengatakan kesalahan pola makan akibat kesulitan ekonomi diantaranya terlihat dari perilaku masyarakat yang sekarang kerap membeli minyak goreng bekas pakai atau jelantah. “Mereka semata-mata memilih membeli minyak jelantah karena harganya paling murah, dan terjangkau,” ujarnya, Selasa (25/8).

Pada tahun 2008, jumlah penduduk Kabupaten Magelang terdata 1,17 juta. Pada tahun yang sama, jumlah penderita hipertensi terdata 26.908 orang, diabetes melitus, 6.602 orang, jantung koroner, 2.790 orang, dan stroke, 967 orang.

Dengan alasan kesulitan keuangan itu pula, warga pedesaan di Kabupaten Magelang cenderung membeli bahan pangan dengan harga termurah. Padahal, harga makanan yang dijual dengan sangat murah biasanya memiliki kualitas kurang bagus, banyak campuran bahan pengawet dan pewarna.

Selain itu, menurut Bambang, kesulitan keuangan juga kerap kali menimbulkan stres, yang pada akhirnya juga mempercepat munculnya penyakit-penyakit tidak menular seperti hipertensi dan stroke tersebut.

Untuk mengetahui prevalensi dan penyebab timbulnya penyakit tersebut di kalangan masyarakat pedesaan, Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang sudah bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah untuk melakukan survei di dua kecamatan sebagai sampel, yaitu Kecamatan Secang, dan Kaliangkrik. Untuk sementara ini, hasil survei belum bisa diketahui.

Namun, sebagai langkah antisipasi, Bambang mengatakan, pihaknya sudah berupaya mendirikan dua pos pembinaan terpadu (posbintu) di Kecamatan Mertoyudan dan Bandongan. Ini serupa dengan posyandu, namun yang dilayani adala h seluruh kelompok umur. Diharapkan, warga dapat mendatangi posbintu ini untuk melakukan check up kesehatan dan sekaligus deteksi dini terhadap penyakit-penyakit tidak menular tersebut.