Mengenal Gejala Penyakit Sifilis

gejala penyakit sifilis

penyakit sifilis

Banyak di antara kita mungkin sering mendengar penyakit-penyakit yang bisa menular melalui hubungan seksual, termasuk salah satunya  sifilis alias ”Raja Singa”. Namun, apakah Anda benar-benar tahu mengenai penyakit yang satu ini?

Apakah sifilis?

Sifilis merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Treponema pallidum. Penyakit ini bisa menular melalui hubungan seksual, baik vaginal, rektum, anal, maupun oral. Sifilis tidak menular melalui peralatan makan, tempat dudukan toilet, knop pintu, kolam renang, dan tukar-menukar pakaian.

Gejala dan tanda-tanda sifilis

Banyak dari para penderita sifilis yang tidak menyadari jika mereka terkena sifilis dan karena itu mereka tidak mendapat pengobatan yang baik. Infeksi terutama didapat apabila ada kontak langsung dengan luka terbuka sifilis yang sedang aktif.

Sifilis mempunyai beberapa stadium infeksi. Setelah terinfeksi dengan sifilis, ada masa inkubasi, yaitu masa sampai sebelum timbulnya gejala luka terbuka yang disebut ”chancre” sekitar 9-90 hari, umumnya rata-rata saat 21 hari sudah terlihat.

Stadium pertama sifilis bisa ada sebuah luka terbuka yang disebut chancre di daerah genital, rektal, atau mulut. Luka terbuka ini tidak terasa sakit. Pembesaran kelenjar limfe bisa saja muncul. Seorang penderita bisa saja tidak merasakan sakitnya dan biasanya luka ini sembuh dengan sendirinya dalam waktu 4-6 minggu, maka dari itu penderita biasanya tidak akan datang ke dokter untuk berobat, tetapi bukan berarti sifilis ini menghilang, tapi tetap beredar di dalam tubuh. Jika tidak diatasi dengan baik, akan berlanjut hingga stadium selanjutnya.

Stadium kedua muncul sekitar 1-6 bulan (rata-rata sekitar 6-8 minggu) setelah infeksi pertama, ada beberapa manifestasi yang berbeda pada stadium kedua ini. Suatu ruam kemerahan bisa saja timbul tanpa disertai rasa gatal di bagian-bagian tertentu,seperti telapak tangan dan kaki, atau area lembab, seperti skrotum dan bibir vagina. Selain ruam ini, timbul gejala-gejala lainnya, seperti demam, pembesaran kelenjar getah bening, sakit tenggorokan, sakit kepala, kehilangan berat badan, nyeri otot, dan perlu diketahui bahwa gejala dan tanda dari infeksi kedua sifilis ini juga akan bisa hilang dengan sendirinya, tapi juga perlu diingat bahwa ini bukan berarti sifilis hilang dari tubuh Anda, tapi infeksinya berlanjut hingga stadium laten.

Stadium laten adalah stadium di mana jika diperiksa dengan tes laboratorium, hasilnya positif, tetapi gejala dan tanda bisa ada ataupun tidak. Stadium laten ini juga dibagi sebagai stadium awal dan akhir laten. Dinyatakan sebagai sifilis laten awal ketika sifilis sudah berada di dalam badan selama dua tahun atau kurang dari infeksi pertama dengan atau tanpa gejala. Sedangkan sifilis laten akhir jika sudah menderita selama dua tahun atau lebih dari infeksi pertama tanpa adanya bukti gejala klinis. Pada praktiknya, sering kali tidak diketahui kapan mulai terkena sehingga sering kali harus diasumsikan bahwa penderita sudah sampai stadium laten.

Sifilis tersier yang muncul pada 1/3 dari penderita yang tidak ditangani dengan baik. Biasanya timbul 1-10 tahun setelah infeksi awal, tetapi pada beberapa kasus bisa sampai 50 tahun baru timbul, stadium ini bisa dilihat dengan tanda-tanda timbul benjolan seperti tumor yang lunak. Pada stadium ini, banyak kerusakan organ yang bisa terjadi, mulai dari kerusakan tulang, saraf, otak, otot, mata, jantung, dan organ lainnya.

Jika penanganan baik

Untuk ke depannya, jika sifilis menerima penanganan dengan baik pada awal terkena sifilis, akan memberikan hasil yang cukup baik. Perlu diingat, kegagalan terapi bisa saja terjadi dan bisa saja terjadi reinfeksi. Tidak ada kriteria pasti mengenai kesembuhan pasien dengan infeksi sifilis pertama dan kedua, tetapi sifilis bisa dipertimbangkan sembuh jika selama dua tahun tes darah negatif dan tidak ada gejala yang timbul.
dr Intan Airlina Febiliawanti

Sumber: Kompas.com, Rabu, 10 Maret 2010

Linked Posts:


8 Kebiasaan Yang Merusak/Memperburuk Kesehatan

oleh Daywalker

kebiasaan yang merusak

kebiasaan buruk

Apakah anda benar-benar telah melakukan hal-hal yang dapat mengurangi risiko kanker, sakit jantung, dan kesehatan lainnya ? Bila anda tidak jauh berbeda dengan wanita lain umumnya mungkin ada beberapa hal dari kebiasaan masalah kesehatan yang perlu sedikit dibenahi.

1. Infeksi Jamur

Tahukah anda, celana dalam dari nilon, jeans yang ketat, celana ketat tanpa lapisan dari katun atau pakaian lainnya dengan aliran udara yang terbatas merupakan faktor kontribusi dari infeksi jamur ?
Mengenakan celana dari bahan katun dan menghindari pakaian yang disebutkan di atas dapat mengurangi resiko terkena infeksi vagina.

2. Malas periksa rutin

Banyak wanita beranggapan salah dengan berpikir bahwa bila mereka melakukan pemeriksaan kesehatan, pap smear, maupun mamografi secara teratur, berarti tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Padahal, walau bagaimana pun juga, semua wanita perlu melakukan pemeriksaan kesehatan lengkap, paling tidak satu sampai dua tahun sekali untuk mengetahui kondisi kesehatan lainnya seperti diabetes, jantung dan tekanan darah tinggi/rendah.

3. Seks tak aman

Yang juga penting diingat adalah jangan melakukan seks yang tidak aman. Walaupun hanya satu kali, tetap dapat menularkan penyakit kelamin seperti HIV/AIDS dan infeksi kelamin vagina lainya. Jangan lupa pil KB dan bentuk kontrasepsi laninya tidak melindungi penyakit kelamin yang dapat menyebabkan masalah kesehatan reproduksi di masa mendatang.

4. Kurang kalsium

Apakah asupan kalsium anda sudah memadai? Kemungkinannya tidak. Patut dipahami, kalsium tidak hanya penting untuk anak-anak yang masih berada dalam tahap masa pertumbuhan, melainkan juga merupakan nutrisi penting bagi para wanita. Secara signifikan, kalsium terbukti dapat mengurangi gejala PMS (Pre Menstrual Syndrome) dan diperlukan dalam melindungi diri dalam melawan gejala osteoporosis.

5. Merokok

Merokok dapat meningkatkan gejala penyakit jantung dan kanker. Bagi kaum hawa merokok dapat mengurangi tingkat kesuburan, bisa menyebabkan keguguran, dan masalah reproduksi lainnya.

6. Jarang olahraga

Sudah banyak penelitian yang menyebutkan, dengan melakukan olahraga teratur selama 30 menit setiap hari secara teratur, terbukti dapat mengurangi risiko terkena penyakit.

7. Makan berlebih

Makan yang berlebih atau makan makanan cepat saji terlalu sering dapat mnyebabkan berat badan bertambah tanpa terkendali, tekanan darah tinggi, batu empedu, diabetes, dan jantung. Peningkatan kasus batu empedu pada wanita usia 40 tahun berkaitan dengan tingginya kadar lemak yang dikonsumsi.

8.Istirahat kurang

Yang terpenting perlu anda ingat adalah harus selalu meluangkan waktu untuk beristirahat. Sisihkan waktu untuk relaksasi, membaca buku, berendam air hangat, atau melakukan sesuatu kegiatan yang anda sukai seorang diri.Yang jelas, anda akan merasa lebih baik dan akan terbebas dari stress

Linked Posts: