Penyakit Vagina Yang Wajib Kamu Tahu

Penyakit Vagina Yang Wajib Kamu TahuJangan Remehkan penyakit vagina. Jika anda diduga memiliki masalah yang berhubungan dengan penyakit kewanitaan apakah itu periode mentsruasi yang tidak teratur, masalah hormonal atau penyakit yang disebakan hubungan seksual (STD), sebaiknya selalu periksakan ke dokter.

Mengenal ragam penyakit vagina penting untuk mengetahui gejala yang ditimbulkan dan juga untuk mendapatkan informasi mengenai masalah kesehatan seksual yang banyak wanita hadapi, bagaimana mencegahnya dan bagaimana melindungi diri.

Karena masih ada stigma mengenai kesehatan seksual, banyak wanita menghindari pergi ke dokter padahal penghindaran ini dapat mempengaruhi kesehatan serius termasuk kesuburan.

Berikut beberapa penyakit vagina yang umum wanita hadapi dan cara menjamin kesehatan kewanitaan tetap sehat:

HPV

Human papillomavirus (HPV) adalah salah satu infeksi virus yang disebabkan oleh hubungan seksual paling umum. Sebagian besar penyakit ini tidak begitu berbahaya tetapi jika test smear nampak tidak normal, dokter akan menyarankan untuk test lab.
Cara untuk mengatetahui HPV adalah dengan cervical smear atau screening kesehatan seksual. Yakinlah untuk memeriksa secara teratur setidaknya satu kali setiap tiga tahun. Berhenti merokok karena penelitian menemukan hubungan antara merokok dan kanker vulva dan gunakan kondom.

PID

Pelvic Inflammatory Disease (PID) mempangaruhi satu dari 10 wanita dan jika dibiarkan akan menyebabkan ketidaksuburan. Gejala yang mungkin timbul dari penyakit vagina ini adalah pinggul sakit saat hubungan seks, pendarahan yang tidak teratur atau perubahan bau pada vagina. Segera periksa ke dokter jika anda menemukan gejala itu. Penyakit ini dapat dengan mudah disembuhkan dengan antibiotik.

Upaya pencegahan PID adalah melakukan seks yang aman dan memeriksakan secara teratur. Kadang-kadang gejala tidak begitu jelas sampai semua terlambat.

BV

Bacterial vaginosis adalah salah satu infeksi vagina yang paling umum diantara wanita diusia beranak. Penyakit vagina ini sering dianggap hanya infeksi karena memiliki gejala yang sangat umum dengan infeksi biasa.

Gejala dari ketidakseimbangan bakteri dalam vagina termasuk gatal, aroma amis dan perubahan dalam vagina. Jangan biarkan gejala-gejala tersebut dan yakinlah untuk diperiksa dan disembuhkan dengan baik. Jika dibiarkan, penyakit vagina ini akan meningkat resiko berkembang menjadi PID

GONORRHEA & CHLAMYDIA

  • Penyakit vagina ini disebabkan oleh bakteri. Infeksi dimulai beberapa hari sampai beberapa minggu setelah hubungan intim dengan orang yang terjangkit penyakit ini
  • Pada pria, penyakit ini menyebabkan keluarnya cairan dari kemaluan pria. Buang air kecil dapat terasa sakit. Gejala-gejala ini dapat terasa berat atau tidak terasa sama sekali.
  • Gejala-gejala gonorrhea pada wanita biasanya sangat ringan atau tidak terasa sama sekali, tetapi kalau tidak diobati penyakit ini dapat menjadi parah dan menyebabkan kemandulan
  • Penyakit ini dapat disembuhkan dengan antibiotik bila ditangani secara dini

HERPES

  • Disebabkan oleh virus, dapat diobati tetapi tidak dapat disembuhkan
  • Gejala timbul antara 3 sampai 10 hari setelah berhubungan intim dengan penderita penyakit ini
  • Gejala awal muncul seperti lecet yang kemudian terbuka menjadi lubang kecil dan berair.
  • Dalam 5 sampai 10 hari gejala hilang
  • Virus menetap dalam tubuh dan dapat timbul lagi sesuatu saat, dan kadang-kadang sering
  • Wanita kerap kali tidak sadar bahwa ia menderita herpes akrena lecet terjadi di dalam vagina

INFEKSI JAMUR

  • Disebabkan oleh jamur
  • Menyebabkan kegatalan berwarna merah di bawah kulit pria yang tidak disunat
  • Pada wanita akan ke luar cairan putih kental yang menyebabkan rasa gatal
  • Dapat disembuhkan dengan krim anti jamur

SYPHILIS

  • Disebabkan oleh bakteria. Lesi muncul antara 3 minggu sampai 3 bulan setelah berhubungan intim dengan penderita penyakit ini
  • Luka terlihat seperti lubang pada kulit dengan tepi yang lebih tinggi. Pada umumnya tidak terasa sakit
  • Luka akan hilang setelah beberapa minggu, tetapi virus akan menetap pada tubuh dan penyakit dapat muncul berupa lecet-lecet pada seluruh tubuh Lecet-lecet ini akan hilang juga, dan virus akan menyerang bagiantubuh lain
  • Syphilis dapat disembuhkan pada tiap tahapan dengan penicillin
  • Pada wanita lesi dapat tersembunyi pada vagina

VAGINITIS

  • Infeksi pada vagina yang biasanya menyebabkan keluarnya cairan dari vagina yang berbau dan menimbulkan ketidak nyamanan
  • Penyakit vagina ini disebabkan oleh berbagai jenis bakteri (bakteri gonorrhea, chlamydia) atau jamur
  • Juga dapat disebabkan oleh berbagai bakteri tidak berbahaya yang memang menetap pada vagina
  • Dapat diselidiki dengan meneliti cairan vagina tersebut dengan mikroskop
  • Pada umumnya dapat disembuhkan dengan obat yang tepat sesuai dengan penyebabnya.

BISUL PADA ALAT KELAMIN

  • Disebabkan oleh virus (Virus Human Papilloma atau HPV)
  • Muncul berupa satu atau banyak bisul atau benjolan antara sebulan sampai setahun setelah berhubungan intim dengan penderita penyakit tersebut
  • Penyakit vagina ini pada umumnya tidak dapat terlihat pada wanita karena terletak di dalam vagina, atau pada pria karena terlalu kecil. Dapat diuji dengan lapisan cuka
  • Dapat berakibat serius pada wanita karena dapat menyebabkan kanker cervix
  • Bisul pada kelamin ini dapat disembuhkan, wanita harus menjalankan pap smear setiap kali berganti pasangan intim

KUTU KELAMIN

  • Sangat kecil (lebih kecil atau sama dengan 1/8 inch), berwana kelabu kecoklatan, menetap pada rambut kemaluan.
  • Dapat disembuhkan dengan obat cair yang digosokkan pada rambut kelamin

KUTU DI BAWAH KULIT

  • Mirip dengan kutu kelamin, tetapi ukurannya lebih kecil dan menetap di bawah kulit
  • Menyebabkan luka-luka kecil dan gatal di seluruh tubuh
  • Diobati dengan obat cair yang diusapkan ke seluruh tubuh
  • Pakaian, seprei dan handuk harus dicuci setelah pengobatan, karena kutu dapat menetap pada kain-kain terebut

AIDS (ACQUIRED IMMUNE DEFICIENCY SYNDROME)/HIV DISEASE

  • Penyakit akibat hubungan intim yang paling serius, menyebabkan tidak bekerjanya sistim kekebalan tubuh
  • Tidak ada gejala yang nyata tanpa penelitian darah
  • Dapat menyebabkan kematian setelah sepukuh tahun setelah terinfeksi virus HIV, tetapi pengobatan telah ditemukan

Disebarkan melalui hubungan intim dan pemakaian jarum suntik secara bersamaan.

Sumber http://wahw33d.blogspot.com

Linked Post:


Lebih Jauh tentang Infeksi Vagina

penyakit Infeksi VaginaBACTERIAL vaginosis merupakan salah satu jenis infeksi vagina yang disebabkan oleh bakteri dan paling sering ditemui pada perempuan. Biasanya, penyakit infeksi vagina tergolong ringan dan mungkin hilang dengan sendirinya. Akan tetapi, jika tidak segera ditangani penyakit ini bisa berkembang menjadi masalah serius.

Beberapa masalah kesehatan lain yang mungkin muncul di antaranya:

– Jika mengalami penyakit infeksi vagina ketika sedang hamil, maka dapat menimbulkan risiko keguguran, kelahiran prematur, dan infeksi rahim setelah melahirkan.
– Jika mengalami penyakit infeksi vagina ketika menjalani prosedur panggul (pelvis) seperti C-section, aborsi atau histerektomi, maka dapat menyebabkan indeksi pelvis.
– Meningkatkan risiko terjangkiti penyakit menular seksual, termasuk HIV.

Normalnya, ada banyak bakteri ”baik” dan sedikit bakteri ”jahat” di vagina. Jenis bakteri baik berperan membantu mengendalikan pertumbuhan bakteri jahat. Nah, pada penderita bacterial vaginosis, kondisi yang terjadi justru sebaliknya. Jumlah bakteri jahat lebih banyak dibandingkan jumlah bakteri baik.

Penyebab bacterial vaginosis

Hingga kini, para ahli belum benar-benar yakin mengenai penyebab rusaknya keseimbangan jumlah bakteri baik dan bakteri jahat di vagina. Meskipun demikian, sejumlah hal tertentu diduga mempertinggi risikonya, seperti:

– memiliki lebih dari satu pasangan seks
– memiliki pasangan seks sesama perempuan
merokok
douching

Gejala penyakit infeksi vagina

Gejala paling umum yang mengindikasikan seseorang menderita bacterial vaginosis adalah cairan vagina berbau tidak sedap (amis). Selain itu, warnanya pun terlihat putih keabu-abuan atau kekuningan.

Di samping itu, ada banyak hal yang dapat menyebabkan cairan vagina tidak normal, termasuk sejumlah penyakit menular seksual. Oleh karena itu, ada baiknya menemui dokter untuk memeriksa penyebabnya agar mendapatkan pengobatan yang tepat. Dokter Anda akan mendiagnosa dengan bertanya tentang gejala, melakukan pemeriksaan pelvis, serta mengambil contoh cairan vagina.

Bacterial vaginosis umumnya menjangkiti perempuan yang aktif secara seksual. Akan tetapi, penyakit ini agaknya bukan sesuatu yang menular dari orang lain. Untuk menghindarinya, jangan berhubungan seks dengan lebih dari satu orang, hindari rokok dan douching.

Sumber: MediaIndonesia.com tgl. 12 Desember 2009

Linked Posts: