Vaksinasi HPV: pencegahan primer terhadap kanker serviks

Vaksinasi HPVVaksinasi HPV. Imunisasi adalah salah satu cara mencegah dan membasmi penyakit . Sejak program imunisasi digiatkan sejak tahun 1974, banyak penyakit seperti cacar, polio difteri, campak, batuk rejan, dan tetanus menurun tajam. Selain itu belakangan ini muncul vaksinasi terhadap bakteri Streptococcus pneumoniae yang menyebabkan radang paru sampai meningitis, bakteri Haemophilus influenzae type B (HiB) penyebab penyakit sama, rotavirus penyebab diare, dan yang terbaru adalah penyebab kanker serviks.

Sejak diketahui secara jelas bahwa HPV sebagai penyebab kanker serviks, era pencegahan secara primer dimulai. Pencegahan primer adalah tindakan yang dilakukan agar tubuh kita jangan sampai terkena infeksi penyakit. Caranya adalah dengan menghindari faktor penyebab infeksi atau dengan imunisasi.

Vaksinasi HPV merupakan cara pencegahan primer untuk menghindari teridapnya kanker serviks. Memang benar infeksi alamiah dapat merangsang terbentuknya antibodi spesifik terhadap penyakit tertentu. Namun hal ini tidak efektif pada HPV karena sifat yang khusus seperti virus ini sangat kuat terhadap terpaan fisik, hanya hidup pada selaput lendir serviks/tidak masuk ke peredarah darah sistemik tubuh dan tidak merangsang antibodi atau sel pertahanan tubuh secara luas. Sehingga respon antibodi alamiah tubuh menjadi rendah. Maka tubuh kita masih rentan terhadap infeksi HPV.

Oleh sebab itu vaksinasi hpv secara berulang dibutuhkan untuk merangsang tubuh membentuk antibodi (kekebalan tubuh) yang kuat untuk melindungi tubuh dari serangan virus HPV yang akan masuk. Antibodi akan menangkap virus yang akan masuk ke dalam tubuh sehingga tubuh terhindar dari infeksi HPV.

Idealnya vaksinasi hpv diberikan sebelum adanya bahaya infeksi HPV. Seperti diketahui pada 70 persen kasus, infeksi HPV menyebar melalui hubungan seksual dan HPV dapat menginfeksi semua orang.  Maka pemberian vaksinasi pada masa sebelum kontak seksual merupakan saat paling baik. Vaksin ini memang belum masuk program nasional imunisasi, tetapi Satgas Imunisasi IDAI merekomendasikan untuk memberikan vaksin HPV pada remaja perempuan sejak usia 10 tahun. Yang perlu ditekankan adalah, vaksinasi ini paling efektif apabila diberikan pada perempuan berusia 9 sampai 26 tahun yang belum aktif secara seksual. Namun bukan berarti wanita yang sudah menikah atau berhubungan seksual tidak boleh mendapatkannya. Hanya saja angka proteksinya tidak setinggi pada golongan sebelumnya.

Vaksin diberikan sebanyak 3 kali dalam jangka waktu tertentu (bulan ke 0,1,dan 6). Dengan vaksinasi, risiko terkena kanker serviks bisa menurun hingga 75%.

Vaksin ini telah diuji pada ribuan wanita di seluruh dunia. Hasilnya tidak menunjukkan adanya efek samping yang berbahaya. Efek samping yang sering ditemukan adalah kemerahan, nyeri,bengkak di tempat suntikan, atau demam. Vaksin ini sendiri tidak dianjurkan untuk wanita hamil. Namun, ibu menyusui boleh menerima vaksin ini.

Vaksinasi hpv merupakan metode deteksi dini sebagai upaya mencegah kanker serviks. Melalui vaksinasi semakin besar kesempatan disembuhkannya penyakit ini dan semakin besar kemungkinan untuk menekan angka kasus kanker serviks yang mengancam kaum perempuan.

Ayo cegah kanker serviks sekarang juga !

Sumber: http://drprima.com/kandungan/vaksinasi-hpv-pencegahan-primer-terhadap-kanker-serviks.html

Linked Posts:


Ketika Haid atau Menstruasi Tidak Datang

haid atau menstruasiOleh     :  dr. H. Inayatullah Rifai, SpOG
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Rumah Sakit Azra Bogor

Terlambat datang haid atau menstruasi bagi sebagian besar wanita menimbulkan rasa cemas. Pada pasangan suami istri yang mendambakan anak menimbulkan perasaan harap – harap cemas akan kehamilan, sebaliknya pada wanita lain yang menolak kehamilan menimbulkan niat untuk berjuang membuat haid atau menstruasi segera datang kembali.

Secara umum, tidak datangnya haid atau menstruasi dibedakan menjadi 2 yaitu :
· amenore fisiologis : Kehamilan, laktasi, menopause, prabubertas.
· Amenore patologis dibagi 2 lagi yaitu :
· amenore primer adalah wanita yang belum pernah haid atau menstruasi sampai dengan umur 16 tahun. Rata – rata menarse ( menstruasi pertama ) adalah 12 tahun ( berkisar 9 – 16 tahun ) pada 99% wanita normal.
· Amenore sekunder adalah wanita usia reproduksi yang pernah mengalami menstruasi, namun menstruasinya berhenti untuk sedikitnya 3 bulan berturut – turut.

Pertumbuhan tanda kelamin sekunder ( payudara dan rambut pubes/ketiak ) muncul 2 tahun sebelum menarse. Kegagalan tidak muncl menstruasi setelah 2 tahun timbul payudara dan rambut pubes / ketiak adalah abnormal. Demikian pula tidak terdapatnya tanda seks sekunder manapun jelas abnormal pada usia 16 tahun. Penyebab amenore primer : 60% karena perkembangan abnormal indung telur/saluran genital /genital luar dan 40% disebabkan gangguan hormonal. Adalah bijaksana bagi orang tua untuk segera memeriksa / jangan menunda evaluasi keadaan yang mudah dikenali ini pada anak perempuan mereka.

Amenore patologik sebenarnya bukan merupakan gambaran klinis dari suatu kumpulan penyakit, melainkan harus dilihat sebagai suatu symptom suatu penyakit, yang harus mendapat perhatian serius.

Penyebab tidak munculnya haid atau menstruasi dapat disebabkan oleh organ yang bertanggung jawab terhadap proses terjadinya siklus menstruasi, dan proses pengeluaran darah menstruasi. Organ – organ tersebut adalah :

1. Hipotalamushiposfisis
2. Indung telur
3. Rahim

Tahap pertama evaluasi amenore adalah anamnesis yang seksama akan riwayat menstruasi, stress psikososial/emosional dan kegiatan seksual. Tahap kedua adalah pemeriksaan fisik perkembangan kelamin sekunder, dan perkembangan kelenjar hormonal missal gondok (tiroid) atau keluar air susu (galaktore). Jika tidak ada abnormalitas pastikan tidak ada kehamilan.

Pemeriksaan laboratorium berikut yang penting adalah kadar prolaktin dan kadar tiroid (TSH). Dilakukan pula tes progesteron (pemberian obat hormon progesteron), bila hasil positif pada kadar prolaktin dan tiroid yang normal maka amenore yang terjadi disebabkan karena siklus anovulasi. Bila kadar prolaktin tinggi diagnosisnya hiperprolaktinemia, bila TSH tinggi maka diagnosisnya adalah hipotiroidisme.

Bila hasil tes progesterone negatif dan diagnosis belum jelas dilakukan tes estrogen dan progesterone (yaitu minum obat hormone estrogen selama 21 hari) dan hormone progesterone 10 hari terakhir ) bila setelah obat habis timbul haid lanjutkan pemeriksaan hormone FSH. Jika FSH tinggi dan pasien berusia lebih 30 tahun, indikasi untuk pemeriksaan kromosom. Jika didapati mosaik dengan kromosom Y, peluang 25% tumor ganas ovarium. Jika FSH normal /rendah lakukan Ctscan kepala adalah tumor hipofisis. Bila tidak timbul haid, permasalahan pada rahim. Sindrom asherman adalah yang paling mungkin.

Pengobatan amenore :
Pengobatan amenore tergantung pada penyebab dan keinginan pasien. Tetapi terbaik diarahkan pada latar belakang penyebab. Bila ditemukan latar belakang penyakit medik, penyakit tersebut harus ditangani (misal : pada wanita dengan hiperprolaktin, ditangani dengan pemberian penurun prolaktin, pada gangguan tiroid terapi tiroid) Bila tak ditemukan latar belakang penyebab maka pengobatan tergantung pada keinginan pasien atau status kesuburannya. Bila pasien ingin hamil maka terapinya adalah induksi ovulasi, bila tidak berhasil hamil setidaknya haid teratur. Bila pasien tidak ingin hamil maka pengobatan bergantung status estrogen pasien tersebut, bila hipoestrogen, beri estrogen replacement therapy jika ada rahim. Jika penyebabnya anovulasi dengan status estrogen normal atau tinggi harus diberi hormon progesterone secara periodic untuk menimbulkan perdarahan haid atau menstruasi buatan (perdarahan lucut) untuk mengurangi risiko kanker endometrium. Perdarahan lucut dengan hormon progesterone dapat diberikan bulanan atau 2 – 3 bulanan.

Sumber: http://www.rsazra.co.id

Linked Posts:

============================================================================
Promo Produk
MELIA BIYANG (HGH)
“RAHASIA MUDA KEMBALI DALAM GENGGAMAN”
HGH atau Human Growth Hormon (Hormon Pertumbuhan Manusia) dihasilkan oleh Kelenjar Pituitary. Jika volume produksi HGH manusia berkurang maka terjadi proses penuaan.

Melia Biyang adalah Ramuan alami yang berfungsi untuk merangsang kelenjar Pituitary agar terus memproduksi Hormon Pertumbuhan.


Kandungan Melia Biyang :
-Kolostrum (susu awal)
-Vitamin B1, B2, B3, B6, B9
-Asam Amino & Calsium

Manfaat Melia Biyang di antaranya :
-Meningkatkan daya ingat
-Menambah stamina fisik dan mental
-Meningkatkan kemampuan seksual
-Mempercepat proses penyembuhan dan meningkatkan imunitas
-Membantu penyembuhan darah tinggi/stroke
-Meningkatkan sistem metabolisme
-Meningkatkan kekuatan tulang
-Membantu mengembalikan warna rambut dan pertumbuhannya
-Merangsang fungsi organ-organ tubuh yang vital : Jantung,Hati,Pankreas,Limpa dan Ginjal

Dr. DANIEL RUDMAN :
Penggunaan HGH (Human Growth Hormon) selama 6 bulan secara teratur, akan mampu memperlambat perubahan penuaan kurang lebih 20 tahun

Linked Posts:
Harga Melia Biyang | Agen Melia Biyang